Tumpukan Sampah Menutup Aliran Sungai Tumpang

Rawan Sarang Penyakit, Bahaya Banjir Mengancam

ilmi-kali-kotor-(5)Limbah sampah rumah tangga dan industri yang panjangnya tidak kurang dari 1 km itu, menutup aliran Sungai Tumpang. Kondisi ini sangat berbahaya jelang musim hujan.FOTO:ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Sampah lagi, sampah lagi. Persoalan yang satu ini memang sulit terurai. Entah apa problemnya. Lalu salah siapa ini? Tidak hanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di pinggir jalan. Sungai pun menjadi sasaran empuk membuang sampah.

Problematika sampah di tengah masyarakat sepertinya sudah bukan menjadi hal aneh lagi. Masyarakat dan pemerintah daerah pun terkesan cuek melihat daerahnya kotor dan kumuh. Padahal, itu adalah sarang penyakit.

Sepanjang Sungai Tumpang di sekitar perbatasan Kecamatan Tengahtani dan Kecamatan Kedawung dipenuhi sampah. Imbasnya, limbah sampah rumah tangga dan industri itu, aliran sungai tersebut sepanjang 1 km padat sampah.

Bani (43) warga Desa Kedungjaya, Kecamatan Tengahtani mengatakan, ribuan sampah berbahan plastik dari limbah rumah tangga ini kerap terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Terlebih saat memasuki musim kemarau, dimana saat kondisi debit air mulai surut.

Menurutnya, tidak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, dengan kondisi sampah yang mengendap di sungai, menyebabkan nyamuk berkembang biak. Bahkan, sampah yang menimbulkan bau busuk terpaksa dirasakan warga di sekitar sungai.

“Sebetulnya kami resah dengan tumpukan sampah yang ada di sungai hingga padat dan memanjang itu. Apalagi, aliran air sungai tidak mengalir. Tentunya ini menjadi sarang penyakit. Tapi, bagaimana lagi persoalan sampah kadang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Bani.

Dia menambahkan, tidak sedikit warga dari desa lain yang sengaja membuang sampah di bantaran sungai tersebut, saat pagi dan sore hari. Padahal, berdampak buruk di kemudian hari. Terlebih, saat musim hujan. “Kami berharap masyarakat sadar akan bahaya dari pembuangan sampah tersebut dan meminta pihak terkait untuk segera membenahi sampah sebelum memasuki musim hujan agar tidak menimbulkan banjir,” tandasnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Kedungjaya Susilowadi mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk membersihkan sampah di Sungai Tumpang, namun lantaran banyaknya volume sampah, pemdes berharap pihak DPUPR segera mendatangkan alat berat untuk mengangkut sampah sebelum masuk musim hujan.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk meminimalisasi volume sampah tersebut. Bahkan, kami dengan masyarakat dan sejumlah ormas kerap melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah di bantaran Sungai Tumpang yang diduga akibat ulah oknum masyarakat,” katanya.

Dia mengaku, dalam upaya pemberantasan sampah, pihaknya sempat nyaris bentrok dengan warga desa lainnya. Hal itu terjadi saat bendungan di terusan sungai tersebut enggan dibuka, sehingga mengakibatkan ribuan sampah tersumbat. (sam)