Unjuk Rasa, Oknum LSM di Majalengka Hina Polwan

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono bersama Anggota Polwan memberikan keterangan soal penghinaan dalam aksi, Rabu (11/9). FOTO:ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono bersama Anggota Polwan memberikan keterangan soal penghinaan dalam aksi, Rabu (11/9).FOTO:ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Usai menyampaikan aspirasi di muka umum, AS (46) salah satu oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), asal Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka harus berurusan dengan Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Majalengka.

Bahkan AS dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 316 KUHP Subs pasal 311 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 (lima) tahun 4 (empat) bulan penjara. Pasalnya, AS melontarkan kata-kata penghinaan terhadap polisi wanita yang sedang bertugas mengamankan massa di lokasi unjuk rasa itu.

“Ia melontarkan kata-kata penghinaan ke arah polwan yang sedang bertugas menjadi negosiator. Usai mendapat laporan dan memeriksa saksi-saksi ahli, langsung dilakukan pemeriksaan dan penangkapan,” ujarnya.

Salah satu anggota Polwan, Yuanita Sri Hastuti mengatakan, ia bersama anggota Polwan lainnya saat itu sedang meminta massa untuk melakukan aksi secara damai dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Namun sebelum selesai melakukan negosiasi, pelaku memotong pembicaraan sambil menunjuk dan mengeluarkan hinaan.

Sementara itu AS mengakui kesalahannya. Ia mengatakan, kata-kata itu terlontar karena terjebak dengan situasi dan keadaan saat unjuk rasa. (bae)

Berita Terkait