Unpredictable, Peluang Klub yang Lolos di Grup C Liga Champions

LIVERPOOL-vs-Crvena-ZvezdaBANGA: Para pemainCrvena Zvezda kegirangan setelah dipastikan menang 2-0atas Liverpool dimarkas mereka,Stadion RajkoMitic, kemarindini hari WIB.FOTO: AP

BELGRADE – Kekalahan mengejutkan Liverpool di markas Crvena Zvezda membuat persaingan Grup C di Liga Champions semakin ketat. Yang akan lolos ke fase knockout, kini tak terprediksi (unpredictable).

Empat klub di grup ini sekarang sama-sama berpeluang melangkah ke babak 16 besar. Dengan perolehan poin yang sangat ketat, siapa yang akan menjadi wakil Grup C dipastikan harus ditentukan hingga matchday terakhir.

Saat ini, Liverpool masih memuncaki klasemen dengan poin 6. Koleksi poin mereka sama dengan Napoli. Paris Saint-Germain (PSG) berada di posisi ketiga dengan poin 5. Sementara Crvena Zvezda atau Red Star Belgrade, poinnya 4 dan ada di peringkat terakhir.

“Sejujurnya, kami tidak berharap Liverpool kalah di Belgrade hari ini (kemarin). Jadi, sekarang Red Star juga terlibat. Itu benar-benar tidak terduga, terutama melihat mereka kalah 1-6 di Paris. Ini akan terasa ketat sampai akhir,” kata pelatih Napoli, Carlo Ancelotti.

Napoli dan PSG kemarin bermain imbang 1-1 di San Paolo. Tim tamu memimpin lebih dulu lewat gol Juan Bernat di menit ke-45 yang kemudian disamakan Lorenzo Insigne melalui titik penalti di menit ke-63.

Karena sebelumnya Napoli dan PSG juga bermain imbang 2-2 di Paris, secara otomatis kans mereka untuk lolos sedikit lebih besar. Sebab, jika nantinya poin mereka sama setelah matchday keenam, wakil Italia itu akan unggul head to head.

“Dua hasil imbang dengan PSG adalah positif, karena kami memiliki sedikit keuntungan jika menyelesaikan fase grup dengan poin sama seperti mereka,” jelas mantan pelatih Real Madrid tersebut.

Makanya, Ancelotti yang sebenarnya menargetkan kemenangan, mengaku cukup puas. “Saya sangat senang karena keluar dengan keuntungan kecil di klasemen,” tegasnya di situs resmi UEFA.

Mewakili PSG, penjaga gawang Gianluigi Buffon juga senang dengan hasil-hasil di Grup C. “Crvena mendapat hasil bagus untuk kami dan Napoli. Ini akan menjadi penting bagi kami untuk tidak kalah di sana. Saya yakin karena saya telah melihat tim kami terus membaik,” kata Buffon.

Liverpool adalah tim yang paling kecewa menyikapi hasil matchday keempat. Andai saja bisa menang di Stadion Rajko Mitic, The Reds hanya butuh satu poin lagi. Keputusan manajer Liverpool, Juergen Klopp mencadangkan sejumlah pilar utamanya, menjadi alasan di balik hasil buruk ini.

Pada laga kemarin, Klopp mencadangkan Roberto Firmino, Andre Gomez dan Fabinho dan memainkan Daniel Sturridge, Joel Matip, serta Adam Lallana. Perubahan, khususnya di sektor belakang, membuat mereka rapuh. Tak heran Milan Pavkov dengan mudah mencetak dua gol pada menit ke-22 dan 29.

“Kami bermain bagus. Pavkov mencetak dua gol indah. Tapi semua pemain bermain sangat baik. Saya pikir Liverpool meremehkan kami dan akibatnya membayar untuk kesalahan itu. Saya percaya kita bisa mengulangi ini melawan Napoli,” kata Bek Crvena Zvezda, Milos Degenek.

Meski kekalahan di Belgrade membuat mereka terpaksa harus bekerja keras dan minimal meraih 4 poin lagi, kapten Liverpool, James Milner menegaskan keyakinannya akan bisa melewati lubang jarum. Bagi Milner, nasib mereka masih tetap di tangan sendiri.

Milner juga percaya mereka bisa meraih hasil bagus kontra Napoli dan PSG. “Kami hanya perlu keluar dan memenangkan pertandingan kami sekarang. Kami tahu bisa mengalahkan PSG dan Napoli,” tegasnya.

Klopp sendiri tak mau terlalu menyesali kekalahan tak terduga anak asuhnya serta keputusannya melakukan rotasi saat Liverpool masih sangat membutuhkan kemenangan. Dia mengatakan, tuan rumah memang pantas menang. “Mereka semua bertarung sangat keras dan itulah sebabnya kami layak menang,” jelas Klopp. (FIN)