Update Bencana Longsor Sukabumi: Jumlah Korban Ditemukan 18 Orang

Luas landaan longsor di Cisolok Kab Sukabumi 10,6 hektar. Dari mahkota longsor menuruni lereng dan menerjang permukiman di bawahnya. (Foto: Sutopo PN)

Sebanyak 5 korban ditemukan pada hari keempat dalam operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019).

Data korban yang dicari tim gabungan berjumlah 33 orang. Hingga Kamis petang, sudah 18 korban ditemukan. Di antaranya 16 korban sudah teridentifikasi dan dua korban masih dalam proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Hasil operasi hari ini ditemukan lima korban,” ungkap Direktur Operasi Basarnas, Brigjen (Mar) Budi Purnama dalam konferensi pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kamis malam.

“Kelima korban yang ditemukan hari ini terdiri dua berjenis kelamin perempuan, dan tiga laki-laki yang salah satunya anak kecil,” sambung dia.

Dia menuturkan sebelumnya dari 33 korban, sebanyak 13 korban ditemukan dan teridentifikasi. Dengan demikian, hingga hari keempat operasi gabungan pencarian, jumlah korban ditemukan sebanyak 18 orang.

“Korban yang masih perlu dicari ada 15 orang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Budi mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh potensi SAR gabungan. Ia mengatakan, Basarnas tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan potensi SAR, terutama TNI, Polri dan seluruh potensi SAR lainnya.

Konferensi pers dihadiri Komandan Korem 061/Suryakancana Kol (Inf) Mohamad Hasan, Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol (Inf) Haris Sukarman dan Kepala Seksi Kedaruratan-BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman.

Diberitakan sebelumnya bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) petang.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Garehong, Kadusunan Cimapag, Desa Sirnaresmi.