Usai Gempa Banten, Kominfo Minta Warga Tak Sebar Hoax

Foto sebagai bangunan runtuh, sebenarnya adalah desain bentuk pintu masuk ke BEC 2 (Foto. Jabar Saber Hoaks FB)

GEMPA dilaporkan baru saja mengguncang Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa berada di barat daya Banten.

Dikutip dari Twitter resmi BMKG, Jumat (2/8/2019), memiliki magnitudo 7,4. Dengan kedalaman pusat gempa 10km, BMKG menyebut gempa ini berpotensi tsunami.

Usai gempa, warganet pun bereaksi di Twitter. Tagar gempa dengan cepat menjadi Trending Topic di Twitter di Indonesia.

Kebanyakan dari warganet terkejut dengan gempa yang baru saja terjadi tersebut. Tidak sedikit pula warganet yang berharap agar kondisi baik-baik saja dan tidak ada korban.

Namun, ada saja hoax yang lantas muncul. Entah karena memang sengaja menyebarnya atau karena ketidaktahuan dan ikut-ikutan menyebar — semisal mem-forward informasi yang bersirkulasi di WhatsApp atau pun medsos.

Netizen Indonesia pun menyadari benar kecenderungan tersebut. Di Twitter, sejumlah cuitan pun sudah bermunculan untuk saling mengingatkan agar jeli, teliti, dan tidak menelan informasi secara mentah-mentah.

“Stay safe sahabat korban #gempa Banten. Ikuti info resmi hanya di @infoBMKG. Jangan kemakan berita broadcast hoax di grup-grup medsos,” cuit seorang warganet.

“Jangan termakan isu dan berita hoax ya kalo bmkg belum ngeluarin data yang sebenarnya! Biasanya hoaxxer mencari keuntungan lewat sini agar rakyat pada panik, stay safe semua,” timpal warganet lain.

Penegasan agar warganet tetap waspada pun disuarakan lewat salah satu akun. “Jangan termakan hoax. Jangan bikin panik. Tapi tetap waspada.”

Diketahui, pantauan radarcirebon.com sempat beredar kabar Gedung Bandung Elektronik Center (BEC) runtuh karena gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di Banten.

Foto yang beredar di Whatsapp Grup (WAG) pasca kejadian gempa yang juga terasa di Kota Bandung itu memperlihatkan keramaian pengunjung di depan Gedung BEC dengan bangunan yang terlihat miring. Foto tersebut dilengkapi keterangan ‘BEC Bandung Runtuh’.

Soal bangunan yang terlihat miring, memang bentuk bangunan aslinya miring.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara meminta semua stasiun televisi menyiarkan peringatan dini tsunami tersebut, termasuk melalui running text.

“Saya minta ada running text waspada tsunami. Ini info gempa kan udah tapi waspada tsunami penting,” ucap Rudiantara kepada wartawan saat ditemui di lapangan Kementerian Kominfo pada Jumat (2/8/2019).

Rudiantara juga mengimbau masyarakar untuk tidak menyebarkan hoaks. Dia berharap situasi ini tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Saya minta waspada dan jangan dimanfaatkan untuk sebarkan hoaks. Jangan digunakan untuk sebarkan kabar itu. Masyarakat tetap tenang dan jangan panik,” ucap Rudiantara. (*)

Berita Terkait