Utusan Malaysia, Surat Kabar Tertua Berbahasa Melayu Akhirnya Tutup

Semua publikasi di bawah Utusan Group, Utusan Malaysia dan Kosmo!, akan menghentikan semua publikasi cetak pada hari Rabu.[The Star]

Surat kabar berbahasa Melayu tertua, Utusan Malaysia, resmi berhenti beroperasi pada Rabu hari ini, 21 Agustus 2019. Surat kabar tersebut terpaksa tutup lantaran mengalami kesulitan keuangan.

Semua publikasi di bawah Utusan Group, yakni Utusan Malaysia, Mingguan Malaysia, Kosmo! dan Kosmo! Ahad, akan menghentikan semua publikasi, baik cetak maupun online.

Utusan Malaysia terbit pertama kali sebagai Utusan Melayu pada 1939 di Singapura.

Didirikan oleh Yusof Ishak, tokoh keturunan Minangkabau yang juga Presiden Singapura pertama, dan Abdul Rahim Kajai, yang dikenal sebagai Bapak Jurnalisme Melayu.

Kantor tersebut lalu dipindahkan ke Kuala Lumpur pada 1959. Versi Utusan Melayu yang diromanisasi, Utusan Malaysia, pertama kali cetak pada 1 September 1967.

 

Semua publikasi di bawah Utusan Group, Utusan Malaysia dan Kosmo!, akan menghentikan semua publikasi cetak pada hari Rabu.[The Star]

Ketua Serikat Wartawan Nasional Utusan Malaysia (NUH), Taufek Razak, mengatakan bahwa Ketua Eksekutif Abd Aziz Sheikh Fadzir mengakui kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan tersebut.

“Kami diberi tahu bahwa perusahaan tidak memiliki uang lagi untuk membayar staf atau mengoperasikan bisnis lebih lama,” kata Taufek.

Keputusan itu dibuat oleh dewan direksi pada pertemuan sebelumnya dan sumber mengatakan bahwa penutupan akan diselesaikan setelah grup tersebut keluar dari Bursa Efek Malaysia.

Utusan Group belum membayar gaji stafnya sejak Juni lalu. Bahkan sebelum ini, perusahaan telah berulang kali menunda pembayaran gaji.

Gaji untuk staf eksekutif juga ditunda selama dua bulan, di mana pembayaran parsial terakhir sebesar RM2.000 (Rp6,8 juta) dibayarkan pada Juni.

Meskipun Utusan Group telah memulai skema pemisahan sukarela (VSS) yang melihat stafnya memotong dari 1.400 menjadi 823 orang, tetapi bahkan pembayaran VSS telah ditunda.

Mantan Pemimpin Redaksi Utusan Melayu, Tan Sri Johan Jaffaar, turut bersedih dengan berakhirnya penerbitan Utusan Melayu setelah terbit selama 80 tahun.

“Surat kabar yang muncul 1939 dipimpin oleh Pak Rahim Kajai dan Yusof Ishak yang kemudian menjadi Presiden Singapura pertama. Kesedihan menyelubungi saya,” ujarnya dalam Grup WhatsApp Forum Wartawan RI-Malaysia.

Sementara itu terkait penutupan Utusan Melayu dan Kosmo, Serikat Pekerja dari The New Strait Times Press (NUJ NSTP) Malaysia bakal melakukan aksi penggalangan dana.

Dalam pesan whatsapp yang beredar NUJ NSTP mengatakan “situasi getir melanda rekan sekerja kita di Utusan Malaysia dan Kosmo”.

Sehubungan hal tersebut NUJ NSTP membuka donasi berbentuk uang tunai dan barang keperluan seperti beras, minyak, gula, pampers dan susu pada Jumat (23/08) pada pukul 10.00 hingga 16.00 petang di Driveway Balai Berita media setempat.

Utusan Melayu memiliki afiliasi politik dengan Partai UMNO salah satu partai yang tergabung dalam Barisan Nasional sedangkan pemerintahan Malaysia saat ini dipegang oleh Pakatan Harapan. (*)

Berita Terkait