Visa Calon Haji Kota Cirebon Aman

ILUSTRASI-VISA HAJI

CIREBON-visa untuk 328 calhaj Kota Cirebon yang tergabung dalam kloter 76 dipastikan aman. Apalagi  kloter 76 berangkat pada gelombang kedua tanggal 9 Agustus mendatang.

“Kita kan berangkat gelombang kedua, jadi aman. Tidak seperti gelombang pertama yang biasanya turunnya mendadak,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Cirebon Jajang Badruzzaman MAg.

Dikatakan, biasanya visa calhaj turun seminggu sebelum keberangkatan. Karena keberangkatan dijadwalkan pada tanggal 9 Agustus, maka diprediksi kesiapan visa sudah ada akhir Juli. Sejauh ini pihaknya juga sudah menyiapkan jadwal rencana pelepasan. Rencananya dilakukan di Lapangan Makorem 063/SGJ.

Direncanakan, Rabu 8 Agustus koper calhaj sudah dikumpulkan terlebih dahulu. Dia pun mengimbau agar koper tersebut tidak berisi atau membawa rokok, barang tajam, dan mudah terbakar. “Koper calhaj masih ada di kita, belum dibagikan. Kita akan sablon dulu. Karena tahun ini ada aturan untuk membedakan warna per regu dan kelompok,” jelasnya.

Setelah koper dikumpulkan di Kantor Kemenag Kota Cirebon, para calhaj harus berada di Lapangan Makorem sejak Rabu (8/8) pukul 20.00 WIB. Karena  pukul 22.00 WIB sudah mulai diberangkatkan. Dijadwalkan, calhaj akan tiba di embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) pukul 03.30. Kemudian beristirahat. “Pemberangkatan sore hari menuju bandara. Kemudian take off pukul 23.15 WIB menggunakan Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5423,” sebutnya.

Dia pun berharap agar para calhaj tidak membawa barang berlebihan. Apalagi saat ini sudah ada regulasi baru. Yakni adanya pemberian makan sebanyak 40 kali, lengkap dengan koki dan bahan makanan yang dibawa langsung dari Indonesia. Hal ini untuk menyesuaikan makanan sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Pihaknya juga mengimbau agar jamaah bisa menjaga kesehatan fisik. Dari 328 calon jamaah haji asal Kota Cirebon, lanjut Jajang, ada dua orang yang memakai kursi roda. Jamaah tertua yakni Abdul Kohar yang berusia 84 tahun asal Kelurahan Pegambiran. “. Sebenarnya mereka masih bisa berjalan dan sehat. Hanya saja, saran dari tim medis untuk memakai kursi roda selama ibadah haji. Dan juga mendapat pendamping,” katanya. (jml)