Wabup Dede Optimis Tahun 2018 Lahan Kritis di Kuningan Menjadi Nol

Perwakilan kelompok peduli lingkungan secara simbolis menerima bibit pohon yang akan ditanam dalam acara Hari Menanam Pohon Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan.FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN–Komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Konservasi, dilakukan dengan langkah nyata berupa penanaman bibit pohon secara masal. Salah satunya yakni dengan menanam 239.700 bibit batang pohon di berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan dan juga termasuk di taman keanekaragaman hayati (kehati), Desa Dukuh Dalem, Kecamatan Japara, Kamis (14/12).

Penanamban ribuan batang pohon itu dilangsungkan dalam acara Hari Menanam Pohon Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan. Penanaman bibit pohon secara masal itu dipimpin langsung Wakil Bupati Dede Sembada ST, Sekda Drs H Yosep Setiawan MSi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H Amiruddin SSos MSi, Rektor Uniku Dr Dikdik Harjadi MSi, unsur TNI/polri, serta para pimpinan SKPD terkait.

“Jumlah bibit yang ditanam pada tahun 2017 di Kabupaten Kuningan di luar kegiatan yang dilaksanakan Perum Perhutani dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sebanyak 239.700 batang,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup H Amiruddin SSos MSi saat memberikan keterangan persnya.

Dikatakan dia, dari jumlah itu, yakni terdiri dari kegiatan penghijauan lingkungan dan gerakan penanaman masal, dilaksanakan dari kegiatan APBD Kuningan sebanyak 2.200 batang. Kemudian BP DAS dalam rangka HMPI dilaksanakan di 23 kecamatan dan 66 desa sebanyak 27.500 batang, pengelola hutan wilayah V melalui program KBR 5 unit sebanyak 150.000 batang, serta hasil persemian program Dinas Kehutanan Provinsi Jabar mencapai 60.000 batang. Selain itu, yakni lokasi kegiatan penghijauan sekolah tahun 2017 terdiri dari lima sekolah, dengan fasilitas bantuan masing-masing sekolah berupa 100 batang bibit pohon dan 200 kilogram pupuk organik.

Dede Sembada menuturkan, penanaman pohon ini dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tingkat Kabupaten Kuningan. Acara ini rutin digelar setiap tahun, setelah peluncuran program One Man One Tree pada tahun 2009 dan disusul program One Billion Indonesia Terees (Obit) pada tahun 2011 hingga sekarang. Wabup sangat mendukung langkah Dinas Lingkungan Hidup yang konsen melakukan penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat. Misalnya, yang diselenggarakan di Taman Kehati, Desa Dukuh Dalem ini.

Menurut dia, gerakan menanam pohon di Kabupaten Kuningan sudah cukup lama. Dia menyebutkan sejumlah program yang berkaitan dengan penanaman pohon. Seperti program Pengantin Peduli Lingkungan (Pepeling), Siswa Peduli Lingkungan (Seruling) dan juga Aparatur Peduli Lingkungan.

“Gerakan menanam pohon ini sesungguhnya telah menjadi bagian komitmen pemerintah Indonesia, dalam upaya menjawab persoalan lingkungan hidup dan sumberdaya alam yang kondisinya cenderung mengalami penurunan kualitas (degradasi). Melalui momentum yang sangat berharga, pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk mendukung komitmen pemerintah Indonesia melalui gerakan penghijauan lingkungan,” ajaknya.

Wabup menambahkan, kegiatan ini pada dasarnya merupakan bagian dari implementasi pembangunan menuju visi Kuningan MAS tahun 2018, melalui misi ke-4 yaitu memantapkan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan dalam kerangka Kabupaten Konservasi dengan menerapkan azas kehidupan berkelanjutan. Dalam konteks pelestarian sumber daya alam dan lingkungan di Kabupaten Kuningan selama lima tahun ke depan, maka yang paling fundamental untuk ditangani adalah lahan kritis.

“Hemat saya, berawal dari kondisi lahan kritis inilah yang kemudian menjadi faktor pengganggu bagi kelangsungan ekosistem secara keseluruhan. Misalnya seperti pemanasan global, anomali cuaca dan menurunnya kualitas lahan sebagai media hidup dan sumber penghidupan,” jelasnya.

Pihaknya bertekad, pada saatnya nanti di penghujung masa jabatan ini, seluruh sisa lahan kritis yaitu seluas 954,16 hektare dapat ditangani seluruhya. Bahwa dengan kata lain, luas lahan kritis di Kabupaten Kuningan pada tahun 2018 menjadi nol.

“Kabupaten Kuningan itu menjadi paru-paru bagi Jawa Barat. Sehingga keselestarian lingkungan menjadi prioritas utama. Dengan rutinnya gerakan menanam pohon, saya punya keyakinan, lahan kritis di Kabupaten Kuningan akan menjadi nol di tahun depan,” sebut wabup. (ags)