KUNINGAN-Selain karena belum lunasnya pembayaran IMB sekitar Rp125 juta, kritikan lain terhadap pembangunan Terminal Tipe A Kertawangunan bermunculan. Menurut sebagian kalangan, pembangunan tersebut dinilai ada kegagapan dalam proses perencanaan. Pengamat sosial politik, Boy Sandi TN mengatakan, seharusnya pemkab tidak terburu-buru mewujudkan pembangunan terminal tipe A. Karena melihat mobilitas penduduk Kuningan yang lebih banyak ke Jakarta, maka kebutuhan terhadap terminal tersebut dipertanyakan. “Pertanyaannya apakah kita sudah butuh terminal tipe A? Dengan mobilitas yang lebih banyak ke Jakarta, seharusnya pemkab tidak terburu-buru untuk mewujudkan pembangunan terminal tersebut,” tandasnya. Dia menilai, ada kegagapan dalam proses perencanaannya. Karena sesungguhnya banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Salahsatunya adalah konversi lahan sekitar terminal yang akan sulit dikendalikan. “Akhirnya, rencana pemerintah untuk membuka terminal jadi seperti test the water saja. Artinya melihat riaknya seperti apa,” ucapnya. (ded)
|