Walah, 24 Warga Keracunan Berkat Tahlilan

den-keracunan-makananTim Dinkes memeriksa korban keracunan di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Senin (11/6).FOTO:DINKES FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Sebanyak 24 warga Blok Karangtengah, Desa Karangwangi, Kecamatan Depok mengalami keracunan makanan, Senin (11/6) malam. Tujuh di antaranya mendapatkan perawatan medis di RS Sumber Hurip. Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan berkat haul 1.000 hari dari salah satu warga pada Senin (11/6) sore.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana mengatakan, makanan berkat itu dibagikan saat acara mendak tahun 1.000 hari yang diadakan salah satu warga dengan mengundang saudara dan tetangga sekitar, Senin (11/6) sore.

Selang beberapa jam setelah pelaksanaan haul itu, warga yang mengonsumsi berkat mengalami gejala keracunan. Diketahui warga mengonsumsi berkat tersebut antara jam 13.00 WIB hingga 04.00 dini hari.  “Warga mulai merasa sakit itu pada Senin sore sekitar pukul 6 sore hingga Selasa pagi,” lanjutnya.

Rata-rata warga merasa mual, muntah-muntah, diare dan pusing. Nanang mengatakan dari tujuh orang yang dirawat, lima di antaranya sudah pulang pada Selasa (12/6). “Dua orang ini masih dirawat karena memiliki riwayat lambung sehingga membutuhkan perawatan lebih,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, isi berkat yang dikonsumsi warga adalah nasi putih, bistik daging, tempe, tahu, sambel goreng kentang, empal daging, ciki, pisang, the gelas, tape ketan dan salak. Makanan yang dibagikan pada warga diketahui dimasak pada Senin (11/6) pagi.

Hingga saat ini, Dinkes masih belum bisa memastikan penyebab keracunan warga Desa Karangwangi itu. Namun sample makanan sudah diamankan dan dibawa ke laboratorium di Bandung untuk diteliti. “Semua makanan sudah kami amankan dan kirim untuk dicek, semoga saja tidak lama hasilnya diketahui,” ujarnya. (den)