Walah, Sampah di Bima Makin Numpuk

Kota Cirebon
0-OK-okri- sampah bima (4)Warga melewati tumpukan sampah di jalanan dekat TPSS Stadion Bima, belum lama ini. Sudah beberapa bulan terakhir tidak ada pengangkutan sampah oleh petugas DLH Kabupaten Cirebon.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON– Lebaran sehari lagi, sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Stadion Bima kian menumpuk dan menutupi jalan. Kondisi ini tentu dikeluhkan warga setempat. Terutama mereka yang rumahnya tak jauh dari lokasi penampungan.

Warga RT 05 RW 06, Komplek Stadion Bima, Hj Saun (62) mengeluhkan bau tak sedap yang makin menyengkat masuk tercium dari dalam rumahnya. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat sebentar lagi hari raya dan bakal banyak tamu yang datang. “Keluarga pada datang, banyak tamu. Kalau pintu dibuka sedikit saja, baunya langsung kecium,” ujar Saun, kepada Radar Cirebon.

Berulang kali ia telah mengadukan hal tersebut pada pihak RT dan RW namun hingga saat ini sampah masih tetap menumpuk. Ia tak tau lagi harus mengadu ke mana. Hal serupa jadi keluhan Supriadi (45). Dia berharap pemerintah bisa segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Tumpukan sampah tersebut menggangu lingkungan warga dan pengguna jalan. “Kalau lewat hampir setengah jalanan tertutup sampah,” terangnya.

Sementara itu, Siti (39) juga berharap pengguna jalan yang melintas tak sembarangan buang sampah di TPS tersebut. Hingga saat ini ia masih melhat warga di luar komplek yang melitas di jalan tersebut dan membuang sampah ke TPS. “Kan sudah kelihatan menumpuk sampai ke jalan, jangan menambah sampah semakin banyak,” tukasnya.

Seperti diketahui, sudah beberapa bulan terakhir, TPSS Bima over load. Sampah dari permukiman warga terus menerus dikirim, sementara pengangkutan dihentikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Berhentinya pengangkutan sampah adalah imbas dari penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug. DLH Kabupaten Cirebon menolak memberikan keterangan terkait persoalan ini. Saat dihubungi Kepala DLH H Sukriyah S Sos MSi hanya menjanjinkan tumpukan sampah itu akan diangkut. Ia tak menyebutkan kapan waktunya.

Sementara DLH Kota Cirebon juga enggan turun tangan. Alasannya, khawatir menjadi masalah di kemudian hari, karena mengerjakan sesuatu bukan pada wilayah kerja atau kewenangannya. Kepala DLH Kota Cirebon, Drs H R M Abdullah Syukur MSi mengaku sudah berkoordinasi dengan sejawatnya di Kabupaten Cirebon. Termasuk mengirimi surat.

Pihaknya bukan tidak mau menangani masalah ini. Ia khawatir bakal timbul masalah di kemudian hari, mengingat TPS itu berada di wilayah kota tapi dikelola Kabupaten Cirebon. “Nanti jadi temuan BPK. Akan dipertanyakan BBM siapa yang dipakai, TPSS nya dari mana. Kita salah lagi. Dibuangnya ke TPA kota juga jadi temuan, tidak boleh,” tandansya, belum lama ini.

Syukur khawatir, hal ini malah menjadi preseden buruk. Ketika daerah lain mengalami masalah sampah, bisa saja mereka mengalihkan pembuangan ke wilayah perbatasan atau bahkan di TPS kota. Malah kondisi ini kerap ditemui, terutama di TPS yang lokasinya berada di perbatasan. “Nanti wilayah kota akan menjadi seperti ini semua, orang membuang sampah ke kota semua dong,” tuturnya. (apr)