Warga Harus Deteksi Dini Penyakit TBC, Begini Gejalanya

PELATIHAN-PENANGANAN-TBPELATIHAN: Dinkes Kota Cirebon bersama LKNU PCNU Kabupaten Cirebon menggelar pelatihan bagi kader puskesmas terkait pencegahan dini penyakit TBC di Aula Dinkes Kota Cirebon, Senin (20/8). Foto: Istimewa/Radar Cirebon

CIREBON – Dinas Kesehatan Kota Cirebon meminta warganya agar bisa mendeteksi sedini mungkin penyakit Tuberkolosis (TBC). Karena kasus TBC di Jawa Barat, termasuk di Kota Cirebon, tergolong tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Cirebon, Trimulyaningsih. Menurutnya, setiap Kelurahan di Kota Cirebon hampir pasti ditemukan adanya temuan kasus TBC di masyarakat.

“Penemuan kasus paling tinggi di Kota Cirebon se-Jawa Barat. Setiap Kelurahan di Kota Cirebon pasti ditemukan penderita,” kata Trimulyaningsih, usai memberikan materi pada acara Pelatihan TB di aula Dinkes Kota Cirebon, Senin (20/8).

Tri mengatakan, pada tahun ini penderita TBC di Kota Cirebon mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Namun, belum bisa dipastikan persentasenya. Dia hanya menyebutkan, pada 2017, tercatat 1.405 orang warga Kota Cirebon menderita TBC.

“Yang paling penting saat ditemukan kasus, harus langsung diobati sampai sembuh. Itu kita lakukan saat ada temuan,” katanya.

Dalam pelatihan TB ini, Dinkes Kota Cirebon bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nadhlatul Ulama  (LKNU) PCNU Kabupaten Cirebon. Materinya terkait pemahaman mengenai TBC bagi kader puskesmas.

Menurut Tri, dalam Pelatihan TB ini nantinya setiap kader puskesmas bisa mendeteksi dini adanya penderita TBC di masyarakat salah satunya batuk kering. Sementara bagi masyarakat diimbau untuk segera melapor di puskesmas terdekat jika mengalami batuk kering.

“Karena sampai saat ini masih banyak yang tidak mau berobat karena malu atau menyepelekan gejalanya. Pemeriksaan lainnya memang ada di puskesmas. Ini hanya untuk tahu penanganan gejala awalnya,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut selain disebutkan tentang gejala, juga dijelaskan cara penularan, jenis pemeriksaan, tatalaksana pasien, penyakit  komorbid, dan pencegahan penularan TBC. Beberapa gejala TBC pada orang dewasa yaitu batuk berdahak atau tidak berdahak, demam meriang, nyeri dada, berkeringat tanpa sebab, dan nafsu makan menurun.

“Sedangkan untuk gejala pada anak yaitu demam selama dua minggu dan tidak jelas penyebabnya. Batuk, berat badan turun atau tidak naik dalam dua bulan, anak lesu, tidak aktif, dan tidak nafsu makan,” kata Tri.

Sementara itu, Sub-Recipient (SR) LKNU Kabupaten Cirebon, Wahyono Annajih mengatakan, ditugaskan PBNU untuk membantu Dinkes Kabupaten dan Kota Cirebon melatih kader puskesmas mengenai TBC. Menurutnya, program itu merupakan kemitraan antara Kementerian Kesehatan RI dengan PBNU.

“Kenapa dengan dinkes? Karena dinkes tahu dan mempunyai data penderita atau pasien TBC,” kata Wahyono.

Wahyono menambahkan, nantinya ada follow-up setelah MoU antara LKNU PCNU Kabupaten Cirebon dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Salah satunya yakni menggandeng beberapa perusahaan dan Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Laziswa) Attaqwa. Menurutnya, penanganan TBC di masyarakat harus melibatkan semua unsur.

“Barangkali ada yang tidak mampu, melalui Laziswa dan perusahaan bisa dibantu. Nanti akan ada pertemuan lagi,” kata Wahyono. (rls/hsn)