Warga Kawungsari dan Bupati Sepakat soal Ganti Rugi Bendungan Kuningan

Kabupaten Kuningan
warga-kawungsari2SEPAKAT: Warga yang terdampak proyek Bendungan Kuningan telah menyepakati empat poin termasuk menghentikan boikot agar pembangunan dilanjutkan. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Bupati Kuningan Acep Purnama akhirnya turun langsung menemui warga dari tiga desa terdampak proyek Bendungan Kuningan, membahas permasalahan rencana relokasi dan ganti rugi lahan yang belum dibayarkan, kemarin (12/12). Dalam kesempatan tersebut, Acep kembali memastikan keberadaan proyek nasional tersebut tidak akan menyengsarakan rakyat dan menyatakan kesiapan dirinya sebagai jaminannya.

Bertempat di Balai Pertemuan Desa Kawungsari, bupati didampingi pejabat dari BBWS, kepala DPRPP dan Muspika Cibeureum, bertemu dengan ratusan warga yang rumahnya bakal ditenggelamkan yaitu dari Desa Kawungsari, Randusari dan Tanjungkerta.

“Saya jaminannya, bahwa proyek Bendungan Kuningan ini tidak akan menyengsarakan masyarakat Kawungsari, Randusari maupun Tanjungkerta yang rumahnya harus tergusur. Saya nanti yang akan berada paling depan melindungi masyarakat terdampak bendungan apabila dalam pelaksanaannya ternyata ada warga yang merasa kecewa dan dirugikan,” tegas Acep yang disambut tepuk tangan warga yang memenuhi balai pertemuan.

Acep mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini pihaknya terus melakukan upaya penyelesaian masalah penggantian lahan warga tersebut baik di internal Pemerintah Kabupaten Kuningan, menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga mendatangi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Bahkan, kata Acep, pada 28 November lalu bersama beberapa perwakilan warga Kawungsari berencana menemui langsung Presiden Jokowi. Namun karena kesibukannya, rombongan pun akhirnya diterima Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar.

“Kedatangan kami waktu itu diterima hangat oleh Pak Agum Gumelar dan beliau memastikan keluhan warga terkena dampak Bendungan Kuningan ini akan disampaikan ke Presiden Jokowi. Alhamdulillah dari pertemuan tersebut langsung ada tanggapan, kemarin saya dapat surat panggilan untuk dipertemukan dengan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dirjen Penyediaan Perumahan pada hari Kamis jam 10 pagi di Jakarta untuk membahas ini. Mudah-mudahan ada solusi secepatnya,” ujar Acep.

Selain itu, kata Acep, telah membentuk tim khusus percepatan penanganan masalah penggantian lahan warga terdampak Waduk Kuningan yang diketuai Sekda Kuningan Dian Rahmat Yanuar. Tim ini, kata Acep, akan bekerja maraton melakukan upaya-upaya penyelesaian ganti rugi sehingga dia meminta masyarakat Kawungsari dan lainnya untuk bisa menahan diri tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan banyak pihak.

Halaman: 1 2