Warga Luruk DPRD Indramayu, Protes Jalan Rusak

Kabupaten Indramayu
Demo-warga-pasekanDEMO: Warga Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu melakukan unjukrasa didepan gedung DPRD Indramayu, Rabu (9/1). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Ratusan warga Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu melakukan aksi unjuk rasa ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (9/1). Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan, karena wilayah Kecamatan Pasekan dinilai kurang diperhatikan dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Indramayu. Terutama terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan.

Dengan mengusung aneka spanduk maupun pamflet berisi tuntutan warga, mereka melakukan orasi di depan pintu gerbang gedung DPRD Indramayu, dengan pengawalan ketat petugas kepolisian Polres Indramayu. Mereka satu persatu melakukan orasi, yang intinya minta agar jalan di wilayah Pasekan diperhatikan.

Sementara sejumlah perwakilan massa yang merupakan tokoh masyarakat Pasekan akhirnya dibawa masuk ke dalam gedung DPRD Indramayu, untuk melakukan hearing dengan pemerintah daerah yang diwakili Asda II Maman Kostaman SH MM dan Kabid Jalan Dinas PUPR, Wempi Triyoso. Sementara DPRD Indramayu diwakili Ketua Komisi IV Drs H Muhaemin dan anggota komisi Muhammad Solihin SSosI.

Salah seorang perwakilan masyarakat Pasekan, H Juhadi Muhammad, mengaku kecewa kepada pemerintah daerah yang dinilainya tidak adil. “Saya sudah sering jalan-jalan ke berbagai wilayah Indramayu bagian barat, ternyata kondisi jalannya bagus semua. Sementara di wilayah Kecamatan Pasekan justru jalannya dibiarkan rusak. Kami merasakan adanya ketidakadilan. Sebenarnya Pasekan masuk wilayah Indramayu bukan,” sindir H Juhadi.

Tokoh masyarakat lainnya, H Suwarto, juga mengaku kecewa karena jalan-jalan di wilayah Pasekan dibiarkan rusak bertahun-tahun. Padahal wilayah tersebut merupakan sentral produksi perikanan tambak, dimana mobilitas warga sangat tinggi. Kondisi jalan yang rusak, tuturnya, sangat mengganggu proses distribusi dari dan ke wilayah Pasekan. “Memang ada beberapa meter yang sempat dibangun, tapi secara umum kondisi jalan mayoritas rusak. Kami minta pemerintah memperhatikan hal ini,” tandas H Suwarto.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Indramayu, Drs H Muhaemin mengatakan DPRD siap mengakomodir tuntutan warga Kecamatan Pasekan. “Warga Pasekan tidak perlu khawatir, karena pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Pasekan memang sudah dianggarkan untuk tahun 2019 ini. Kalau memang masih ada yang kurang, masih ada waktu untuk diajukan lagi dalam APBD perubahan 2019,” kata Muhaemin.

Sementra Asda II Setda Indramayu, H Maman Kostaman SH MM mengatakan, pemerintah kabupaten Indramayu sebenarnya sudah memprioritaskan pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Pasekan pada tahun 2019 ini. Bahkan proses tender akan segera dilakukan. “Potensi Kecamatan Pasekan sangat luar biasa dibidang produksi perikanan. Jadi kami tentu saja akan memprioritaskan pembangunan jalan,” tegas Maman.

Kabid Jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempi Triyoso menambahkan, pembangunan di wilayah Kecamatan Pasekan memang sudah masuk dalam anggaran 2019. Menurutnya, pembangunan jalan di Pasekan memang sedikit terlambat, karena menunggu selesainya pembangunan Jembatan Pagirikan, Namun sudah bisa dipastikan kalau pada tahun 2019 ini memang sudah ada prioritas untuk pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Pasekan, dengan anggaran mencapai Rp15 miliar.

Ruas jalan yang akan dibangun diantaranya jalan Pagirikan-Totoran sepanjang 750 meter, jalan Pasekan-Karanganyar, ruas jalan Pabean Udik-Jembatan Pagirikan, ruas jalan Jembatan–Pagirikan dan ruas jalan Bondol–Brondong. (oet)