Warga Majalengka Siap Patungan untuk TKI Eti

Kabupaten Majalengka
ILUSTRASI-TKI Majalengka

MAJALENGKA-Kabar mengenai peluang Eti Ruhaeti binti Toyib mendapat pengampunan dari hukuman mati dengan membayar diyat disambut positif warga Majalengka, termasuk Plt Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd. Meski demikian, Karna akan mengecek terlebih dahulu kepastian informasi ini kepada pemerintah pusat.

“Bagus kalau begitu. Tapi saya juga belum jelas seperti apa informasinya. Nanti harus ditanyakan dulu kepada pemerintah pusat. Mudah-mudahan bisa dijamin bebas dan pulang lagi ke tanah air,” ujar Karna kepada wartawan.

Informasi yang berkembang saat Dubes RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegabriel berkunjung ke kediaman Eti di Desa Cidadap Kecamatan Cingambul, tersiar kabar bahwa hukuman mati terhadap Eti bisa diampuni oleh ahli warisnya dengan membayar diyat sejumlah nominal tertentu. Awalnya diyat yang diminta di angka Rp100 miliar lebih. Kemudian, dinegosiasi lagi hingga turun mencapai Rp20 miliar.

Dubes mengklaim telah merangkul sejumlah donatur dari kalangan kerabatnya dan terkumpul pihak yang akan menyumbang Rp10 miliar. Sedangkan, dana yang disediakan pemerintah yang sifatnya resmi mencapai Rp2 miliar. Artinya, ada kekurangan sebesar Rp8 miliar lagi yang dibutuhkan untuk membebaskan TKI Eti dari pancungan algojo.

Terkait hal ini, Karna menilai jika informasi tersebut valid, pihaknya siap untuk mengumpulkan donasi dan solidaritas warga Majalengka guna membantu membayar diyat Eti Ruhaeti. Terutama kepada para pejabat dan pegawai PNS juga dapat diketuk pintu hatinya untuk aksi kemanusiaan ini.

Karna meyakini jika mengumpulkan urunan ini dapat berjalan semampunya dan seoptimal mungkin. “Kemarin saja waktu aksi solidaritas untuk gempa dan tsunami Palu bisa terkumpul ratusan juta dalam waktu singkat. Insya Allah manakala (diyat) ini bisa menjadi Eti sampai bebas, kita akan bantu menghimpun donasinya,” imbuhnya. (azs)