Warung Mimi Semakin Ramai Usai Dikunjungi Sandiaga Uno

Kabupaten Majalengka
warung mimiPemilik Warung Mimi, Hj Titin Suartini (63), warga Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka bersama suami melayani pembeli dan bersyukur dikunjungi Cawapres Sandi. FOTO: ALMUARAS/ RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Meskipun sudah hampir sepekan berlalu, tapi kunjungan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno  ke Kabupaten Majalengka masih berbekas dan tidak terlupakan oleh pemilik Warung Mimi, Hj Titin Suartini (63), warga Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka. Sedikit pun Titin tidak menyangka akan dikunjungi pengusaha nasional yang kini maju sebagai calon orang nomor dua di negeri ini. Bagaimana kesan nenek 14 anak dan 20 cucu tersebut?

Titin mengaku sangat senang sampai merinding mendapatkan kunjungan orang penting dan menikmati masakannya hingga habis. Istri dari Drs H Dasuki Mahpudz, mantan anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Partai Golkar, itu pun menceritakan.

Sehari sebelumnya atau Sabtu (13/10), Ketua DPD PAN Kabupaten  Majalengka H Rona Firmansyah SE menelepon dirinya yang menyebutkan Sandiaga Uno akan makan di Warung Mimi pada Minggu (14/10) lalu. Tapi tidak pesan menu khusus yang dipesan.

Titin masak seperti hari hari biasanya untuk dijual kepada konsumen. “Saya mendengarnya saja sudah senang dan merinding. Mudah-mudahan ini merupakan suatu keberkahan,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Sebelumnya, sejumlah Polwan dan petugas memeriksa makanan dan minuman yang akan disiapkan mencapai 36 item. Titin bersyukur seluruhnya sehat dan laik dikonsumsi. “Seumur- umur baru kali ini makanan Mimi dites dan bersyukur seluruhnya lulus dan sehat,” ujarnya.

Mimi bersyukur dan senang gurame bakar, sayur leunca, kangkung plus sambal habis disantap mantan Wakil  Gubernur DKI Jakarta tersebut. “Pak Sandi bahkan minta didoakan saat mau makan hingga dua kali dan membuat merinding. Saya yakin kalau beliau akan terpilih dan semoga nanti saleh dan amanah,” ujarnya.

Diakuinya, tak berselang lama mendapatkan paket pesanan catering sehari seribu paket untuk dikirim ke kawasan BIJB Kertajati. Tapi dirinya tidak menyanggupinya karena kerepotan dan memilih menjalani usaha yang sudah berjalan.

Dia menceritakan, memulai usaha buka warung makan sejak tahun 1970. Selama 18 tahun itu banyak liku dan rintangan yang dilalui. “Kini, alhamdulilah memiliki 22 karyawan dan mulai masak jam lima (pagi, red)dan langsung buka hingga pukul 20.00 WIB,” tuturnya.

Bagi para pembeli bisa memilih menu makanan dengan sistem prasmanan. Warung Mimi juga menerima pesanan catering. “Menu kami pepes khas Sunda dengan aneka sayuran yang bervariasi dengan harga terjangkau,”  ujarnya. (ara)