Waspada KTP Aspal, Disdukcapil Ajak Warga Tak Menggunakan Jasa Calo

e-ktp-ilustrasiILUSTRASI

CIREBON-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil meminta warga waspada terkait adanya kemungkinan KTP Asli tapi Palsu (Aspal). Disdukcapil meminta warga bisa mengurus KTP sendiri tanpa melalui perantara. Agar bisa memastikan KTP tersebut diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Mohammad Sardar Ernedin kepada Radar Cirebon mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terkait KTP Aspal. “Memang di Kabupaten Cirebon belum ada. Namun ini kami dapat imbauan dari Kemendagri untuk waspada adanya KTP asli tapi palsu,” ujarnya.

Pria yang akrab dengan panggilan Eren ini mengungkapkan, yang dimaksud KTP asli tapi palsu ini. Jadi begini KTP-nya sih asli. Cuma itu KTP bekas, lalu KTP diketik atas nama si A. Namun di chip-nya itu datanya bukan punya si A tapi si B data yang ada di chip itu. Sehingga datanya berbeda antara yang tertulis di bagian luar dengan data yang ada di kartu chip. Karena setiap KTP elektronik ini di dalamnya ada kartu chip.

Namun pihaknya memastikan untuk di Disdukcapil Kabupaten Cirebon, setiap KTP bekas yang tidak terpakai harus dihancurkan. Supaya tidak disalahgunakan. “Memang harusnya KTP bekas yang sudah tidak dipakai ini harusnya dihancurkan.

Meskipun belum ada kasus KTP aspal, namun pihaknya tetap meminta masyarakat waspada terkait KTP aspal ini. Apalagi di Kabupaten Cirebon orang yang buat cetak KTP antre. Karena masih ada ratusan ribu lagi yang belum dilakukan pencetakan KTP. Sehingga ini sangat berpotensi akan adanya KTP aspal yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga, untuk mencegah adanya KTP aspal, pihaknya meminta agar warga bisa mengurus pencetakan KTP sendiri tanpa melalui perantara. Untuk itu, dia  meminta warga mengurus KTP sendiri. Karena sendiri kan bisa memastikan KTP ini langsung dicetak di Disdukcapil. “Tapi mudah-mudahan di Kabupaten Cirebon tidak ada kasus KTP aspal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga Kabupaten Cirebon, Arif mengatakan dirinya tidak mengetahui jika ada KTP asli tapi palsu. Dia baru tahu kalau KTP aspal. Kalau kayak kita sih sulit deteksinya. karena itukan harus dilihat pakai alat, karena kartu chipkan kita nggak bisa langsung membaca tanpa ada alat bantu,” tuturnya.

Sehingga menurut Arif, Disdukcapil harus kerja ekstra untuk mengantisipasi adanya KTP aspal. “Disdukcapil harus bisa deteksi dini sebelum ada kasusnya di Kabupaten Cirebon. Harapannya, sehingga KTP aspal ini tidak ada di Kabupaten Cirebon. (den)