Waspada, Selajambe Berpotensi Longsor Susulan

Kabupaten Kuningan
SELAJAMBEDALAM PENANGANAN: Kondisi tanah longsor yang menutup akses jalan Desa Jamberama menuju Dusun Surian. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Penanganan pascabencana longsor di Kecamatan Selajambe sudah memasuki hari ketiga. Saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan tengah fokus melakukan pembersihan material longsor yang menutup akses jalan penghubung Desa Jamberama menuju Dusun Surian.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno mengatakan, penanganan hari ketiga bencana longsor di Kecamatan Selajambe difokuskan pada pembersihan material longsor yang menutup akses jalan penghubung Desa Jamberama dengan Dusun Surian. Ayip menyebut, ada dua titik longsor di jalan tersebut.

“Penanganan bencana banjir bandang di Dusun Tajur selesai dilakukan pada hari kedua setelah bencana, dan sekarang kami fokus penanganan longsor yang menutup akses jalan Desa Jamberama ke Dusun Surian. Untuk penanganannya, kami sudah kerahkan satu unit alat berat untuk melakukan pembersihan material longsor dan juga pengupasan lapisan tanah untuk mengatasi jalan yang ambles,” ungkap Ayip, kemarin.

Ayip mengatakan, pembersihan jalan tersebut diharapkan bisa selesai dalam waktu satu hari, sehingga akses jalan warga Dusun Surian bisa segera terbuka. Namun, hal tersebut tergantung kondisi cuaca dan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.

Ayip menerangkan, terkait kondisi tanah longsor di Dusun Tajur terutama yang tinggal di RT 15,  saat ini masih menempatkan anggota untuk melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap warga. Dia menegaskan, potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi dan membahayakan puluhan warga yang menempati 10 rumah yang berada di bawah tebing tinggi. Sehingga warga selalu diingatkan untuk bersiap mengungsi apabila menemukan tanda-tanda bencana longsor akan terjadi.

“Terutama apabila mendapati wilayah tersebut diguyur hujan dengan durasi waktu cukup lama, maka jangan segan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun kita semua berharap bencana longsor tidak terjadi lagi,” ujar Ayip.

Terkait kemungkinan relokasi, Ayip belum bisa memutuskan. Namun demikian, kejadian tanah longsor dan ancaman terhadap 10 rumah warga di RT 15 tersebut sudah dilaporkan kepada Badan Geologi untuk dilakukan kajian. “Yang menentukan apakah perlu relokasi atau tidak adalah hasil kajian dari Badan Geologi,” pungkasnya. (fik)