Wow, Cirebon Jadi Pilot Project Lumbung Pangan Jabar

Dinas Ketahanan Pangan Bangun Gudang di Tiga Titik

Ilustrasi. Foto: Dok. Radar Cirebon

CIREBON-Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai pilot project (pionir) lumbung pangan di Jawa Barat. Pilot project ini merupakan program Jabar Juara Lahir Bathin yang digagas Gubernur Ridwan Kamil.

Kepada Radar Cirebon, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon H Muhidin MM menuturkan, pihaknya merasa bangga. Pasalnya, Kabupaten Cirebon merupakan satu-satunya daerah di Jawa Barat yang telah ditunjuk dan siap menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai lumbung pangan pada tahun 2019 ini.

Kesiapan Kabupaten Cirebon sebagai pilot project ini, lantaran memiliki lahan pertanian yang luas dan telah memiliki Detail Engineering Design (DED). “Kabupaten Cirebon memang surplus padi, dan sudah siap DED. Makanya, ditunjuk sebagai lumbung pangan. Lumbung pangan yang merupakan program dari visi misi Jabar Juara Lahir Bathin ini, akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019,” katanya.

Lebih lanjut, sebut Muhidin, lumbung pangan ini dibagi menjadi tiga titik yakni wilayah Timur, Barat dan Tengah. “Nanti gudang lumbung pangan luas kurang lebih 1.000 meter persegi ini, akan dibangun di tiga wilayah. Wilayah Timur di Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang, wilayah Barat di Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan, dan di wilayah Tengah di Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang,” ungkap Muhidin.

Kabupaten Cirebon yang dinobatkan sebagai pilot project lumbung pangan di Jawa Barat ini, seiring peningkatan produksi sektor pertanian. “Ini potensi besar menjadi daerah swasembada pangan. Karena didukung dengan lahan yang luas, kesuburan tanah, serta semangat tinggi dari para petani,” katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Cirebon memiliki 53.000 hektare areal persawahan. Untuk optimasi lumbung pangan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat akan mengirimkan bantuan  alat mesin pertanian (alsintan) seperti escavator besar, escavator kecil, traktor roda empat, RMU (mesin penggiling padi), pompa air untuk irigasi, benih, pupuk, dan lain-lain.

“Ya, nantinya akan ada bantuan untuk itu. Lumbung pangan ini diproyeksikan agar Kabupaten Cirebon menjadi kabupaten mandiri. Mencegah terjadinya rawan pangan, rawan kemiskinan dan sikap siaga dalam penanggulangan bencana,” kata Muhidin.

Sementara itu, aktivis Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar mengatakan, banyak faktor yang menjadi tantangan untuk menjadikan Kabupaten Cirebon lumbung pangan.

Di antaranya cuaca ekstrem dan makin menyusutnya lahan pertanian karena tergerus pembangunan. Terlebih, kebutuhan akan permukiman semakin meningkat, yang tentunya tak lepas dari kebutuhan lahan. Karena itu, pihaknya berharap ada regulasi untuk memproteksi agar lahan produksi tidak berpindah tangan kepada developer. (via)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya