Wow, Perias Pengantin Asal Cirebon Rancang Busana Konser Dewi Gita

Arief Rachmanto merancang busana yang dikenakan Dewi Gita untuk konser "1 Hati 1 Cinta” yang berlangsung pada Jumat (11/1) lalu di Ciputra Artpreneur, Jakarta. FOTO:ARIEF RACHMANTO FOR RADAR CIREBON
Arief Rachmanto merancang busana yang dikenakan Dewi Gita untuk konser "1 Hati 1 Cinta” yang berlangsung pada Jumat (11/1) lalu di Ciputra Artpreneur, Jakarta. FOTO:ARIEF RACHMANTO FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Perjalanan kisah cinta 25 tahun pernikahan Armand Maulana dan Dewi Gita dikemas dalam Konser bertajuk “1 Hati 1 Cinta” yang berlangsung pada Jumat (11/1) lalu di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Di balik kesuksesan tersebut, desainer dan juga perias pengantin asal Cirebon Arief Rachmanto turut ambil bagian dalam konser tersebut.

Pria yang dikenal dengan brand ArQ by Arief Rachmanto, dipercaya untuk merancang busana yang Dewi Gita kenakan pada konser tersebut. Terdapat dua busana yang menjadi satu kesatuan yang didesain khusus untuk Dewi Gita. Sebagai outer, dibuat jubah. Bagian dalamnya, bertemakan siluet penari flamenco.

Arief menuturkan, tema siluet penari flamenco dikarenakan dalam pertunjukkan tersebut Dewi Gita melakukan koreo tari. “Jadi konsepnya itu aku buat jubah, tapi baju kedua sudah dipakai. Sehingga saat show, jubah itu dibuka dan langsung berubah dengan baju yang kedua. Saya mendesain baju ini sangat luar biasa, karena untuk penampilan ke penampilan dibuat berbeda,” paparnya.

Mengenai inspirasi, Arief menjelaskan, busana tersebut dirancang khusus untuk Dewi Gita, sehingga ketika dikenakan menyatu dengan karakter penyanyi tersebut. Inspirasi busana tersebut lahir dari sosok Dewi Gita. “(Inspirasi) mengalirnya smooth banget dan langsung dapat, karena aku sudah tahu maunya teteh seperti ini. Jadi inspirasinya datang karena kedekatan kita,” jelasnya.

Arief menceritakan keterlibatannya dalam konser tersebut diminta langsung oleh Dewi Gita untuk merancang busana di konsernya. Bagi Arief, hal tersebut menjadi suatu kebanggan tersendiri. Tidak hanya sebagai pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa Cirebon mampu memberikan kontribusi terhadap dunia fashion nasional.

“Rasanya campur aduk bahagia dan senang bisa terlibat dalam konser besar tersebut. Di sini kita mencurahkan semua kemampuan kita untuk kemajuan konsernya teteh, terutama untuk Indonesia,” ungkapnya.

Proses pembuatannya sendiri berjalan dengan mulus. Saat sketsa desain pertama dibuat, langsung setuju. Usai desain disetujui, proses untuk mewujudkan ide tersebut sekitar satu bulan lebih. Tantangannya adalah karena desain dan proses pengerjaan di Cirebon, maka harus bolak-balik Jakarta untuk fitting pakaian.

“Proses desain pengambilan inspirasi sampai satu bulan, menerjemahkan dan mengelompokan selama satu minggu, kemudian warna satu minggu juga. Karena sama teteh sudah terbiasa, jadi maunya teteh sama maunya aku tuh langsung sinkron gitu, tinggal didelegasikan dalam sebuah desain,” imbuhnya. (swn)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya