Yahoo Messenger Disuntik Mati Setelah 20 Tahun Jadi Andalan Warganet

Setelah berkiprah 20 tahun menemani warganet untuk berbagi pesan, akhirnya Yahoo Messenger alias YM menemukan titik nadir. Boleh dibilang, platform media sosial (medsos) yang populer di kalangan generasi 80-an itu akhirnya disuntik mati.

Pengumuman ditutupnya platform tersebut disampaikan langsung pihak Yahoo dalam situs resminya. Sebagaimana yang dilansir JawaPos.com dari laman DailyMail, Minggu (10/6), Yahoo beralasan bahwa YM sudah tidak lagi sejalan dengan gaya komunikasi orang.

“Kami paham, kami memiliki banyak pengguna setia yang memakai Yahoo Messenger. Sejak awal kemunculannya YM sebagai salah satu aplikasi mengobrol pertama. Lingkup komunikasi senantiasa berubah. Kami akan fokus membangun dan mengenalkan perangkat komunikasi terbaru dan menyenangkan yang lebih cocok pada kebutuhan konsumen,” kata Yahoo.

Terhitung dari 17 Juli 2018 mendatang, Yahoo Messenger tidak akan lagi bisa digunakan. Terkait hal itu, Yahoo meminta pengguna untuk langsung menghapus aplikasinya baik di perangkat komputer maupun smartphone mereka.

Terkait penutupan YM, Yahoo hingga saat ini belum menemukan penggantinya. Warganet diarahkan untuk menggunakan layanan yang masih dalam naungan Squirel.

Squirel kurang lebih sama seperti Yahoo Messenger dan aplikasi berkirim pesan lainnya. Aplikasi chatting itu akan berbasis fitur invitasi untuk bertemu dengan teman baru atau mengajak kawan lama masuk ke dalam obrolan.

Sayangnya, hingga kini Squirel masih dalam proses pengujian lebih lanjut. Hingga waktu yang belum ditentukan, Squirel masih akan menjadi aplikasi Beta yang belum 100 persen sempurna untuk digunakan user.

Diketahui YM pertama pertama dirilis pada 9 Maret 1998 silam. Sejak saat itu, YM menjadi salah satu platform chatting wajib yang digunakan oleh anak muda kelahiran 80-an. Hingga belakangan akibat gempuran aplikasi lain yang lebih canggih, Yahoo resmi mengumumkan bahwa aplikasi yang ikonik dengan logo emoticon tertawa itu akan diberhentikan.

(ryn/JPC)