Yahya Cholil Staquf ke Israel, Begini Tanggapan KH Ma’ruf Amin

Nasional
http://www.radarcirebon.com/public_html/wp-content/uploads/2018/06/yahudi.jpgKatib Aam NU, Yahya Cholil Staquf (kanan) diwawancarai di AJC Global Forum in Israel 2018. FOTO:NET

JAKARTA-Kunjungan Yahya Cholil Staquf, yang notabene anggota Wantimpres Presiden Joko Widodo, ke Israel terus menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut kalau kunjungan itu berniat membawa misi diplomasi sebaiknya dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kehadiran Yahya ke Israel atas nama pribadi. “Tidak ada kaitannya dengan MUI. Kemudian juga sudah diklarifikasi tidak atas nama PBNU,” kata Ma’ruf di Jakarta.

Untuk itu Ma’ruf menegaskan kehadiran Yahya ke Israel itu inisiatif sendiri dan tanggung jawab pribadi. Namun Ma’ruf mengatakan keberangkatan Yahya itu harus dilihat seberapa jauh berpengaruh pada upaya diplomasi Kemenlu memperjuangkan kemerdekaan Palestina maupun mengembalikan Yerusalem sebagai ibukota Palestina. “Atau malah mengganggu (upaya diplomasi Kemenlu, red),” tuturnya.

Namun Ma’ruf menegaskan bukan tugas MUI untuk menggali lebih jauh maksud kedatangan Yahya ke Israel itu. Dia mengatakan MUI juga sama sekali tidak punya hak untuk menindak Yahya. Selain itu Ma’ruf juga mengomentari larangan bagi WNI untuk berkunjung ke Israel.

Dia menegaskan baik Indonesia maupun Israel sangat wajar saling melarang kedatangan ke negara masing-masing. Yang jadi persoalan menurut Ma’ruf adalah, orang Indonesia itu mau berkunjung ke Yerusalem. “Yerusalem sebagai ibukota Palestina. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan kunjungan ke Israel. Kok dilarang,” jelasnya. (wan/lum)