1.005 Honorer Terima SK Honorer dari Walikota

Ilustrasi

CIREBON-Harapan guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari Pemerintah Kota Cirebon akhirnya terwujud. Rabu (11/9) di Aula Gedung PGRI 1.005 orang guru honorer mendapatkan surat keputusan (SK) Honorer dari Walikota Cirebon.

Menurut Ketua Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri (FTHSN) Kota Cirebon Kusmana S Sos MSi, dengan diterimanya SK Honorer ini para guru honorer mendapatkan legalitas dan pengakuan dari pemerintah. Ini akan memberikan harapan sekaligus semangat dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Disebutkannya, menurut data terakhir sampai Bukan September ini ada 1.005 guru honorer, baik di tingkat SD maupun SMP. Dari jumlah itu sebelumnya ada 38 orang yang sudah lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kami akan terus perjuangkan para guru honorer ini untuk bisa menjadi PPPK. Selain itu kami juga terus berjuang untuk mendapatkan anggaran bagi tambahan untuk guru honorer ini,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Meski demikian, untuk angggaran di APBD Perubahan belum diakomodir, karena satu dan lain hal. Untuk itu pihaknya akan mencoba lagi mengajukan peningkatan insentif Guru Tenaga Kependidikan (GTK) pada anggaran di APBD murni tahun depan. “Kami juga mengapresiasi Disdik Kota Cirebon, yang akan mendata ulang guru honorer. Untuk itu kepada para guru honorer untuk menyiapkan semua SK pengangkatan dari kepala sekolah masing-masing, mulai dari awal hingga yang terakhir,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cirebon Toto Haryanto SPd MSi mengungkapkan, untuk penyerahan SK Honorer ini, Kota Cirebon adalah yang keenam dari seluruh kota di Indonesia. Untuk Jawa Barat, posisinya ketiga setelah Kabupaten Kuningan dan Subang.

Menurutnya, keberhasilan keluarnya SK ini adalah berkat dukungan dan kerjasama seluruh guru honorer sekolah negeri yang ada di Kota Cirebon. Karena ini merupakan pengakuan pemerintah. Dengan SK ini guru honorer di sekolah negeri berhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ). Setelah lulus pendidikan itu guru berhak mendapatkan sertifikat.

Untuk menghitung nilai honor dari sertifikasi tersebut, Toto menyebutkan nilainya sama yaitu Rp1,5 juta rupiah. Ini merupakan kenaikan insentif yang cukup signifikan dari sebelumnya Rp350 ribu. “Kami mengimbau agar guru honorer yang menerima SK, agar segera mengurus pendataan di sekretariat yang ada di PGRI,” tegasnya. (gus)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait