1 PSIT vs Persitas 4, Kartu Merah Penyebabnya

Salah satu pemain PSIT Kota Cirebon terjatuh usai terlibat adu mulut dengan pemain Persitas Kabupaten Tasikmalaya pada laga Seri 1 Liga-3 zona Jabar di Stadion Utama Bima. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON
Salah satu pemain PSIT Kota Cirebon terjatuh usai terlibat adu mulut dengan pemain Persitas Kabupaten Tasikmalaya pada laga Seri 1 Liga-3 zona Jabar di Stadion Utama Bima.FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON–PSIT Kota Cirebon jadi korban keganasan Persitas Kabupaten Tasikmalaya di Stadion Utama Bima, Minggu sore (15/9). Bertamu ke Kota Udang untuk melakoni laga pemungkas putaran pertama Seri 1 Liga-3 Jawa Barat 2019, tim berjuluk Laskar Galunggung menang telak 4-1.

Persitas unggul cepat lewat gol Sadam Husaeni Tulloh saat pertandingan baru berjalan sembilan menit. Lalu, digandakan pada menit ke-31 melalui tendangan bebas Yusup Anjar Mulyana. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.

Di awal babak kedua, gelandang PSIT Hoji Saputra sempat membuka asa. Dia berhasil mencetak gol indah di menit ke-58. Menerima umpan Aa Jaka Adilah Firman, Hoji mengentrol bola dengan kaki kanan lalu melakukan tendangan voli ke sudut kanan gawang dan gagal ditepis Arman Setiawan, kiper Persitas.

Sayang, itu hanya jadi gol hiburan bagi kubu tuan rumah. Tim tamu yang dipaksa bertahan hampir sepanjang babak kedua, malah berhasil mencuri dua gol tambahan di akhir pertandingan. Galih Raka Siwi mencetak gol ketiga Persitas di menit ke-88.

Persitas menutup pesta gol hanya beberapa detik sebelum laga usai. Tepatnya di menit ke-90+3. Yusup Anjar Mulyana mencetak gol kedua sekaligus gol keempat bagi timnya di laga itu. Seakan bermain di hari keberuntungannya, bek berkaki kidal ini kembali mencetak gol dari tendangan bebas.

Sebetulnya, tuan rumah punya cukup banyak peluang di pertandingan itu. Entah sedang sial atau kurang beruntung, Yogi Hartono cs berulang kali gagal mengkonversinya menjadi gol. Penyerang bernomor punggung 20 itu bahkan gagal menunaikan tugasnya saat dapat kesempatan emas lewat tendangan penalti di menit ke-89.

Duel di pekan terakhir Seri 1 Liga-3 Jawa Barat berlangsung cukup keras. Wasit Ade Saputra sampai harus mengeluarkan dua kartu merah. Masing-masing satu untuk PSIT dan satu untuk Persitas. Itu setelah kapten PSIT, Yahya, terlibat bentrok di dalam lapangan dengan striker Persitas, Ripan.

Insiden itu terjadi di menit ke-38 yang membuat pelatih PSIT, Ujang Johanes, melakukan perubahan besar dalam skuadnya. Kehilangan kapten sekaligus libero memaksanya mengubah strategi. Bahrudin Al-Ayubi yang biasa beroperasi di lini depan ditarik mundur ke belakang mengisi tempat yang ditinggalkan Yahya.

Bayu –sapaan karib Bahrudin Al-Ayubi– menjalankan tugas barunya dengan baik. Sayang, tidak bertahan cukup lama. Di menit ke-73, Bayu ditarik keluar akibat cedera. Dia digantikan Mukamad Alif. Di menit-menit jelang akhir pertandingan itu, pertahanan tuan rumah kembali lemah. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Persitas.

“Sejak awal kami gunakan counter attack. Dan anak-anak sangat disiplin untuk tidak terpancing gaya permainan tuan rumah. Hasilnya pun luar biasa. Jelas kami sangat senang bisa menang telak di Cirebon,” ujar pelatih Persitas Enur Nurdin usai pertandingan.

Performa Dede Yogi dan kawan-kawan memang luar biasa. Kemenangan atas PSIT sekaligus memperpanjang rekor sempurna mereka. Dengan demikian, Persitas belum terkalahkan di putaran pertama. Meraih enam kemenangan dari enam laga dan kokoh di puncak klasemen sementara dengan 18 poin.

“Tentu rekor yang sangat mengesankan untuk kami. Itu berkat perjuangan yang hebat dari seluruh pemain dan tentu saja kerja keras bersama seluruh manajemen yang terlibat di tim musim ini. Kami harap, performa anak-anak tetap konsisten di putaran kedua nanti,” imbuh Nurdin.

Sebaliknya, PSIT memperpanjang rentetan kekalahannya usai dibekuk 1-0 PS Gunungjati pekan lalu, juga di Stadion Utama Bima. Menuju putaran kedua yang akan dimulai pada 22 September, Laskar Kota Wali –julukan PSIT– jelas masih memiliki pekerjaan rumah besar.

“Ya, harus diakui masih banyak sekali hal yang harus kita perbaiki. Mungkin akan ada rekrutmen pemain baru untuk putaran kedua nanti. Tapi itu semua tergantung manajemen,” ujar pelatih PSIT, Ujang Johanes. (ttr)

Berita Terkait