10 Tahun Rusak, PUPR Janji Segera Perbaiki

RUSAK PARAH: Kondisi jalur alternatif Kecamatan Panguragan menuju Kecamatan Gegesik sudah rusak parah lebih dari 10 tahun. Rencananya akan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun 2019 ini. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
RUSAK PARAH: Kondisi jalur alternatif Kecamatan Panguragan menuju Kecamatan Gegesik sudah rusak parah lebih dari 10 tahun. Rencananya akan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun 2019 ini.FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON – Kabar gembira bagi pengendara yang biasa melintasi jalur alternatif Kecamatan Panguragan menuju Kecamatan Gegesik.

Jalan yang sebelumnya lebih dari 10 tahun rusak, kini akan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun 2019 ini.

Hal itu disampaikan Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan 1 Dinas PURP, Aripriyanto. Pihaknya saat ini tengah melakukan proses persiapan pelaksanaan pembangunan jalan poros Panguragan Gegesik yang akan dibangun dalam waktu dekat ini.

“Diperkirakan sekitar bulan Juli 2019. Pekerja kita turun ke lapangan untuk melaksanakan pekerjaan. Rencananya, ada sekitar 2,8 KM panjangnya jalan yang akan kita perbaiki.

Ada yang dihotmik dan ada yang penetrasi saja,” ucapnya kepada Radar Cirebon, Selasa (21/5).

Aripriyanto mengaku, untuk perbaikan jalan tersebut, pihaknya akan mengucurkan dana lebih dari Rp2 miliar yang akan dilakukan secara bertahap.

“Alokasinya memang tahun sekarang secara bertahap. Mudah-mudahan Juli sudah terealisasi. Sekitar 2 miliar lebih untuk anggarannya,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, sudah lebih dari 10 tahun lamanya jalan tersebut rusak parah. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan saat melintasi jalan itu.

Apalagi, saat musim hujan, jalan yang berlubang menjadi berkubang. Sehingga tidak terlihat dalamnya lubang jalan dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

“Saat ini kita sulit memilih jalan, baik saat melintas ke Gegesik Panguragan, karena jalannya rusak semua. Kalau benar diperbaiki tahun sekarang, ya syukurlah. Saya juga ikut senang, biar perjalanannya nyaman dan semakin cepat,” ujar Aksan, warga Panguragan.

Ditambah lagi di sepanjang jalan tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU). Sehingga, saat malam hari membatasi penglihatan pengendara dan sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.

“Kalau malam, sangat membahayakan. Selain tidak ada PJU, juga jalannya sangat rusak. Jadi, rawan lakalantas. Saya harap pemerintah daerah juga memperhatikan lampuh jalan juga,” ucapnya. (cep)