14 Ribu Calon Jamaah Haji Asal Kuningan Masuk Daftar Waiting List

jamaah-haji-ilustrasi-jawa-pos
Ilustrasi calon jamaah haji. (dok jawapos.com)

KUNINGAN – Minat masyarakat Kabupaten Kuningan untuk melaksanakan ibadah haji terbilang tinggi. Hingga tahun ini, tercatat ada 14 ribu warga yang sudah mendaftar dan masuk waiting list keberangkatan haji.

Padahal kuota calon haji bagi Kabupaten Kuningan hanya 1.000 orang setiap tahunnya, sehingga mau tidak mau warga harus menunggu hingga 14 tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Untuk tahun ini, ada 1.001 calhaj dan 13 petugas yang akan berangkat dan dibagi menjadi tiga kloter, satu kloter digabung dengan Kota Bandung.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan H Hamzah Rukmana MA membenarkan jika antrean calon haji hingga tahun ini mencapai 14 ribu orang. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat yang mendaftar setiap harinya cukup banyak. Paling sedikit, satu hari ada 5 pendaftar haji.

“Dari data yang kami catat, hingga tahun ini sudah ada 14 ribu calon haji yang masuk dalam daftar waiting list. Itu artinya butuh waktu lama calon haji berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya kepada Radar di ruang kerjanya, kemarin (10/4).

Untuk pelaksanaan haji tahun ini, kata Hamzah, sedang berjalan. Pihaknya tidak menemukan kendala dan selama pelaksanaan manasik juga berjalan lancar. Seluruh calon haji yang akan berangkat mengikuti manasik.

“Prosesnya sedang berlangsung. Kan ada beberapa tahapan. Untuk paspor calon haji sendiri masih diproses. Kami yakin seluruh calon haji asal Kabupaten Kuningan akan mendapat paspor. Itu artinya mereka yang dijadwalkan berangkat tahun ini, tetap berangkat semua,” paparnya diamini H Asep Sugiharto, pejabat fungsional umum.

Hamzah juga memaparkan jika jamaah asal Kabupaten Kuningan terdiri kloter 47 ada 404 jamaah yang akan berangkat tanggal 21 Juli mendatang, kloter 64 sebanyak 200 orang digabung dengan Kota Bandung jadwal keberangkatan ke embarkasi Bekasi tanggal 25 Juli, dan kloter 68 dengan 404 jamaah berangkat di tanggal 26 Juli. Para jamaah haji yang tergabung dalam kloter 47 akan diberangkatkan dari Terminal Tipe A Kertawangunan pukul 01.00 WIB dan masuk asrama sekitar pukul 08.15.

“Semua akan berangkat dari Terminal Tipe A Kertawangunan. Kloter 64 berangkat pukul 16.00 dan kloter 68 jam 22.00 menggunakan bus yang sudah disediakan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan jika jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Kuningan mengalami kenaikan dari tahun lalu. Untuk tahun 2019, Kabupaten Kuningan mendapatkan kuota sebanyak 1.000 orang atau naik empat orang dimana sebelumnya 996 calon haji.

“Jumlah jamaah yang akan berangkat tahun ini sebanyak seribu orang atau naik dari tahun lalu. Memang kenaikan ini tidak banyak, namun sangat bermanfaat. Kenaikan kuota tidak terlepas dari adanya peningkatan kuota dari Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia. Tahun lalu, Kuningan mendapat jatah sebanyak 996 orang,” papar dia.

Hamzah menambahkan, dari 1.000 calon haji regular yang akan berangkat, semuanya sudah menyelesaikan pelunasan biaya ongkos naik haji (ONH). Sehingga bisa dipastikan seluruh jamaah berangkat sesuai kloternya masing-masing.

“Alhamdulillah calon haji regular sudah menyelesaikan ONH. Artinya, seluruh calon haji Kuningan bisa berangkat karena sudah melunasi ONH. Jumlah calhaj asal Kabupaten Kuningan sesuai dengan kuota dari pemerintah pusat untuk tahun ini yakni sebanyak 1.000 orang. Calon haji ini didampingi 14 petugas haji. Satu kloter empat petugas, sedangkan kloter yang digabung didampingi dua petugas,” sebutnya.

Sementara salah seorang calon haji, Ipda Kaiman mengatakan, dirinya masuk di kloter 47 dan akan berangkat tanggal 21 Juli mendatang. persiapan untuk melaksanakan ibadah haji sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

“Alhamdulillah saya dan istri tahun ini berangkat haji. Semoga saya diberi kesehatan dan kelancaran selama melaksanakan ibadah haji. Untuk tanggal berangkat, sesuai jadwal yakni 21 Juli mendatang,” karanya. (ags)