14 Warga Cigadung Terkena DBD

fogging
PENGASAPAN: Petugas melakukan fogging di rumah dan lingkungan Kelurahan Cigadung, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, kemarin. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Serangan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Kuningan, langsung disikapi Dinkes Kabupaten Kuningan dengan kegiatan pengasapan atau fogging, Selasa (15/1) pagi.

Pengasapan fokus dilakukan di Lingkungan Babakan Kelurahan Cigadung yang dilaporkan sudah 14 warganya terjangkit penyakit DBD. Petugas melakukan pengasapan terhadap setiap rumah warga, halaman, selokan, kebun, taman bermain hingga musala dan tempat lain yang terindikasi terdapat banyak sarang nyamuk Aedes Aegypti.

“Tetangga saya sudah banyak yang masuk rumah sakit karena DBD. Mudah-mudahan setelah di-fogging nyamuk DBD bisa mati dan tidak ada lagi warga yang terjangkit,” ujar Erum salah seorang warga Lingkungan Babakan.

Erum mengungkapkan, selama kurun waktu dua pekan di Januari ini sudah ada 14 warga Lingkungan Babakan terkena panyakit DBD, termasuk suaminya, Said. Erum mengaku baru kali ini serangan penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut hingga menjangkiti banyak warga.

“Sebelumnya jarang ada warga yang terkena DBD. Kalaupun ada, paling hanya satu atau dua orang saja, tapi sekarang hingga belasan orang yang terkena bahkan ada yang satu keluarga kena semua,” ujar Erum.

Sementara itu, Lurah Kadugede Dadi Setiadi membenarkan sudah banyak warganya yang terjangkit penyakit DBD. Sehingga kondisi ini pun langsung ditindaklanjuti pelaporan ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil kegiatan pemantauan epidemologi (PE) oleh petugas puskesmas, lanjut Dadi, ternyata memang ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti di lingkungan tersebut. Sehingga langsung ditanggapi dengan melakukan kegiatan fogging.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan fogging ini tidak ada lagi warga kami yang terjangkit DBD. Memang kegiatan fogging ini sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga untuk kelanjutannya, kami bersama masyarakat harus mulai bergerak menjaga lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), termasuk menggerakkan juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah,” ungkap Dadi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Raji K Sarji melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Iud Sudarman mengatakan, kegiatan fogging sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan jentik nyamuk tetap hidup di dalam air. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatasi persoalan DBD ini dengan menjaga lingkungannya dan melaksanakan PSN3MPlus.

“Yaitu menguras, mengubur dan mendaur ulang barang bekas plus melakukan pencegahan seperti abatesasi,  memelihara ikan cupang sebagai pemangsa jentik nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai dan lainnya. Selanjutnya biasakan hidup sehat dan melaksanakan PHBS atau Pola Hidup Bersih dan Sehat baik di rumah maupun lingkungan dan tempat kita bekerja,” imbau Iud.

Selain Cigadung, Iud juga menyebut telah mendapat laporan tentang adanya kasus DBD di beberapa desa lain di Kabupaten Kuningan. Dari hasil PE pun menyatakan ada di antaranya yang dinyatakan positif terdapat jentik nyamuk Aedes Aegypti. Atas temuan ini, dinkes akan melanjutkan kegiatan fogging ke desa tersebut secara bergiliran. (fik)