150 Hektare Tanaman Padi di Karangmulya Mati Kering

SAWAH-KANDANGHAUR-KEKERINGAN
MATI PUSO: Ketua KTNA Kandanghaur, Waryono Batak menunjukkan tanaman padi yang mati puso akibat tidak mendapatkan pasokan air. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Penderitaan petani di wilayah pantura Kecamatan Kandanghaur mencapai klimaksnya. Dilaporkan, sedikitnya 150 hektare tanaman padi di Desa Karangmulya mati kering. Ratusan hektare lainnya tinggal menunggu waktu saja untuk menyusul.

Itu setelah tanaman padi yang mereka tanam lebih dulu mati sebelum dituai. Gara-garanya klasik, tidak kebagian jatah air. Lebih dari sebulan lamanya hingga akhirnya terjadi gagal panen.

“Tepatnya 40 hari, sawah petani kami sama sekali tidak dapat gelontoran air. Ini baru 150 hektare, tunggu waktu saja ribuan hektare tanaman padi di desa lainnya mati kering,” ucap Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Waryono Batak kepada Radar, Minggu (23/6).

Mati kering terjadi, ungkapnya, lantaran sama sekali tidak mendapatkan pasokan air utamanya dari saluran irigasi rentang yang sejak sebulan terakhir mengalami penyusutan debit.

Parahnya, jatah gelontor air yang seharusnya mengalir sejak Jumat (20/6) justru tidak sampai. Ini lantaran tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk melakukan pengawalan gelontor air.

Menurut Waryono, ancaman gagal panen bakal semakin meluas jika tidak ada pengawalan dan pengamanan khusus baik dari TNI maupun anggota Polri saat jadwal penggelontoran air.

Menghadapi musibah ini, petani disana hanya bisa pasrah. Upaya untuk melakukan tanam ulangpun dirasa percuma lantaran biaya operasionalnya terbilang tinggi. “Kalau kondisinya masih seperti sekarang ini dan kayak dulu, petani kami lebih memilih menelantarkan sawah ketimbang merugi terus,” ujarnya. (kho)