16 Orang Meninggal karena DBD Data Dinas Kesehatan Jumlah Penderita Capai 902 Orang

ILUSTRASI-Nyamuk Demam Berdarah

CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat, penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Jumlahnya mencapai 902 orang, dan 16 orang meninggal dunia (MD). Temuan kasus DBD tersebut merata di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana MKes mengatakan, sejak 2016 hingga 2018 kasus DBD di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan, tetapi di pertengahan tahun 2019 temuan kasus kembali meningkat secara signifikan.

“Tercatat, 2015 ditemukan 1.247 kasus, kemudian pada 2016 ada kenaikan yakni 1.877 kasus dan pada 2017 turun secara drastis sebesar 70 persen yaitu hanya 274 kasus. Pada 2018 turun lagi menjadi 215 kasus.

Namun di minggu ketiga bulan Juni sudah 902 kasus dan 16 orang meninggal dunia,” papar Nanang, kepada Radar Cirebon, kemarin (24/6).

Menurutnya, dengan perubahan cuaca yang ekstrem seperti saat ini, temuan kasus DBD terus mengalami peningkatan. Setiap minggunya laporan atas temuan penyakit ini selalu ada.

Hasil pengamatan yang dilakukan Dinkes dengan 60 persen warga Kabupaten Cirebon yang terdeteksi DBD, ternyata yang IgM-nya positif itu menunjukkan dalam satu tahun ini warga tersebut pernah digigit nyamuk DBD.

“IgM ini bisa diketahui dalam satu tahun, kalau dia sudah lewat satu tahun akan negatif lagi. Untuk melihat yang baru disebut IgM positif. Artinya antibodi dia baru terbentuk, nah yang ini lebih rendah dari IgM tadi ada 40 persenan,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, para korban DBD mayoritas anak-anak. Karena daya tahan tubuh mereka masih lemah, sehingga mudah terjangkit.

Untuk itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar terus membasmi tempat-tempat yang berpotensi menghasilkan bibit nyamuk berbahaya ini.

“Korban DBD di kita kebanyakan kelompok usia di bawah 10 tahun. Karena di usia ini, daya tahan tubuh manusia masih rentan,” katanya.

Dia menambahkan, hasil analisis epidemiologi, Kabupaten Cirebon sudah endemis penyakit berbahaya ini. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu melakukan kewaspadaan dengan 3M plus.

Adapun 3M Plus yang dimaksud yakni, menutup, menguras, dan mengubur tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk dengan memberikan bubuk abate untuk pencegahan tumbuhnya nyamuk mematikan ini. Bubuk abate pun, bisa diminta di puskesmas-puskesmas terdekat secara gratis. (sam)