17 Kecamatan Rawan Kebakaran Hutan

RAWAN KEBAKARAN: Suasana di hutan pinus, Kecamatan Argapura, kemarin. Musim kemarau membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat. FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA
RAWAN KEBAKARAN: Suasana di hutan pinus, Kecamatan Argapura, kemarin. Musim kemarau membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat. FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Musim kemarau tidak hanya menyebabkan kekeringan dan kesulitan air bersih. Namun juga membuat potensi kebakaran meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, mencatat ada 58 desa dan kelurahan yang masuk dalam daftar rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Desa dan kelurahan itu tersebar di 17 Kecamatan. (selengkapnya lihat grafis)

“Dari jumlah itu, sebagian besar terdapat di Majalengka bagian selatan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Permana.

Dirinya juga menjelaskan di Majalengka bagian utara, daerah rawan karhutla hanya terjadi di Kecamatan Kertajati.
Kecamatan dengan jumlah desa rawan karhutla yang terbanyak yakni di Kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Argapura, masing-masing tujuh desa. “Hingga saat ini, kami data ada beberapa daerah yang masuk rawan karhutla,” kata
Agus pun mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Sebab di musim kemarau seperti saat ini, api sangat mudah muncul.

“Untuk itu upaya pencegahan merupakan cara terbaik dan sangat penting dilakukan. Upaya ini relatif lebih mudah dan murah dibandingkan jika kita melakukan penanggulangan kebakaran yang sudah terjadi,” jelasnya.(Bae)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait