Jalan Ambit-Gunungsari Rusak Parah, Aktivis: WTC Belum Jadi Prioritas

Penghubung jalan utama Desa Gunungsari dan Desa Ambit, Kecamatan Waled rusak berat. Kondisi ini membuat animo masyarakat ke Pasar Rakyat Waled menjadi berkurang. Foto: Andri Wiguna/Radar Cirebon

CIREBON – Akses penghubung jalan utama Desa Gunungsari dan Desa Ambit, Kecamatan Waled rusak berat. Bahkan titik lokasi yang merupakan jalan kabupaten tersebut, nyaris tidak terlihat adanya aspal pada badan jalan.

Rusaknya jalan tersebut, jelas mengganggu keberadaan dan mobilitas warga sekitar, baik yang hendak menuju lokasi lahan pertanian maupun yang setiap hari bolak-balik menuju Pasar Rakyat Waled yang ada di Desa Gunungsari.

Ya, akses jalan tersebut kini setiap hari semakin ramai dua bulan terkahir, setelah Pasar Rakyat Waled resmi beroperasi. Namun, keberadaan jalan penghubung yang rusak berat membuat animo masyarakat ke Pasar Rakyat Waled menjadi berkurang, akibat buruknya akses jalan yang ada.

“Kondisi ini sudah bertahun-tahun, sudah sangat lama. Masyarakat sekitar sebenarnya sudah lelah, sudah sering minta diperbaiki, tapi kata pihak desa ini jalan kabupaten, jadi tanggung jawabnya di kabupaten,” ujar Samsuri, warga Desa Gunungsari saat ditemui Radar, kemarin (25/12).

Kondisi semakin parah ketika musim hujan tiba, jalanan akan berubah seperti jalur offroad. Jalan akan penuh lumpur dan licin, ditambah banyak lubang lebar dan dalam yang siap-siap menerkam pengendara yang melintas.

“Kalau hujan, lubangnya ketutup air. Banyak pengendara yang kejebak, karena lubangnya dalam. Belum lagi mobil-mobil boks dan mobil besar yang bawa barang banyak maupun bawa sayur, pasti kesulitan kalau lewat sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Aktivis Cirebon Timur Rian Jaelani mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini membuktikan jika keberpihakan pemerintah dalam pembangunan WTC masih setengah-setengah. Hal ini terlihat dari masih banyaknya infrastruktur yang butuh perhatian.

“Saya sering lewat jalan itu. Memang kondisinya buruk sekali. Padahal itu jalan punya pemkab, masuk jalan kabupaten. Kenapa tidak diperbaiki segera? Apakah karena tidak punya nilai ekonomis?” tuturnya.

Saat ini, menurutnya, selain akses infrastruktur yang harus segera diperbaiki, masyarakat Cirebon Timur mengingkan adanya kantor pelayanan umum setingkat dinas yang bisa diakses tanpa harus pergi ke Sumber. Karena selama ini, masyarakat WTC tersiksa jarak dan waktu jika ingin mengurus administrasi ke Sumber.

“Kalau Samsat sudah ada di WTC, ini membantu meringankan beban masyarakat. Mudah-mudahan yang lain juga bisa buka cabang di WTC. Jadi kalau mau bikin akte kelahiran, cetak E-KTP, urusan lainnya, tidak harus ke Sumber karena jarak yang terlalu jauh,” ungkapnya. (dri)

 

 

Berita Terkait