2 Bulan Jasad Korban Pengeroyokan Masih di Kamar Mayat, Keluarga Tunggu Hasil Tes DNA

ILUSTRASI-MAYAT

INDRAMAYU-Jenazah yang diduga Angga Fahrurizal (30) warga Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, sudah hampir 2 bulan berada di kamar jenazah RSUD Indramayu. Hingga kini, pihak keluarga masih belum bisa mengambil jenazah pemuda yang diduga menjadi korban pengeroyokan itu karena masih menunggu hasil DNA dari pihak kepolisian.

Hal ini disampaikan Sri Astuti (50) orang tua korban yang didampingi  anak serta menantu, Musyafa Wibi Permana (22) dan Runidah (29) saat mengunjungi ke Kantor Biro Radar Indramayu, Jumat (11/1). “Kasihan anak saya pak. Hampir 2 bulan jenazahnya masih di rumah sakit dan belum bisa dimakamkan. Kasihan pak dan saya yakin itu anak saya,”terangnya.

Menurut Sri, polisi belum bisa memastikan identitas jenazah korban. Kepastian identitas korban, baru bisa didapatkan setelah keluarnya hasil tes DNA. Tes DNA sendiri sudah dilakukan pada 23 November 2018. Namun sudah hampir dua bulan, hasilnya belum keluar juga. “Saya yakin itu jenazah anak saya,” lanjutnya sambil berurai air mata.

Saat ini, Sri hanya bisa berharap dirinya bisa segera mengambil jenazah anaknya untuk segera dikebumikan. Dirinya juga mendesak pihak kepolisian, untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan nyawa anaknya hilang. “Saya hanya berharap bisa mengambil jenazah anak saya untuk segera dimakamkan. Saya juga memohon kepada polisi untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan,” pintanya.

Sebelumnya, pengeroyokan terjadi pada 11 November 2018dini hari, di sekitar jembatan Bungkul Desa Kenanga Kecamatan Sindang. Korban Angga Fahrurizal bersama Musyafa Wibi Permana, adik korban, dikeroyok belasan orang tak dikenal saat pulang dari sebuah tempat karaoke.

Dalam keadaan tubuh penuh luka, Musyafa kemudian berhasil menyelamatkan diri dan pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Sementara Angga tidak diketahui keberadaannya dan baru pada 22 November 2018, ditemukan jasad seorang pemuda tewas di sekitar jembatan Wanantara Kecamatan Sindang.

Keluarga meyakini, jasad itu adalah jasad Angga dari pakaian yang melekat pada jenazah. “Yang jelas dari ciri ciri korban itu anak saya. Saya meminta identitas jenazah yang masih disimpan di RSUD segera diungkap,” pintanya.  (Kom)