Penyebar Video Pertama Ditahan

oleh -19 views

Editor Musik Peterpan Curi File di Laptop Ariel

TIM gabungan Mabes Polri dan Polda Jawa Barat berhasil mengungkap penyebar pertama video mesum Nazril Irham atau Ariel. Kemarin (16/7), RJ, seorang editor musik kelompok Peterpan, resmi ditahan penyidik. RJ memperoleh file itu ketika mengutak-atik laptop Ariel.
“Dia adalah tenaga teknis editing lagu di  kelompok musik yang Ariel menjadi anggotanya. Hubungan keduanya dekat. Saling mengenal,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di Mabes Polri kemarin.
RJ sering ditegur Ariel untuk tidak mengambil data atau mengubah setting laptop pribadinya. “Jadi, RJ mengambil file itu tanpa seizin Ariel,” tambahnya.
Itu berarti Ariel tidak bisa dituduh ikut menyebarkan?
“Oh, tidak begitu. Kami yakin Ariel tetap ada kaitannya, tidak hanya dengan RJ, tapi juga yang lain,” bantah Edward.
RJ, kata Edward, datang ke Polrestabes Bandung tanpa paksaan. “Jadi, berita acara penangkapannya itu di kantor polisi. Sebab, dia tidak ditangkap paksa atau tertangkap tangan,” jelasnya.
Menurut Edward, mengungkap pelaku pertama penyebar video memang butuh waktu. Salah satu sebabnya, penyidik perlu izin dari pengadilan untuk memeriksa seseorang yang akan dijerat dengan UU ITE. “Itu diatur dalam pasal 43. Tanpa izin pengadilan, kami tidak bisa memeriksa seseorang,” katanya.
Mantan tenaga ahli Lemhanas itu menambahkan, berdasar keterangan sementara, motif RJ belum bisa disimpulkan. “Baru tadi (kemarin) pagi. Jadi, belum lengkap. Kami belum bisa beri tahu motifnya apa,” ujarnya.
Terhadap Luna Maya dan Cut Tary, penyidik tidak melakukan penahanan. Hanya pendampingan khusus. “Jadwal pemeriksaan mereka Senin-Kamis,” kata mantan jubir investigasi bom Bali 1 itu.
Berkas tiga artis tak senonoh itu juga dijanjikan segera rampung. “Dalam lima atau sepuluh hari lagi, barangkali, bisa ke kejaksaan. Nanti yang melanjutkan ke pengadilan pihak jaksa,” jelasnya.
Sementara itu, pemberitaan tentang diamankannya Luna pada Kamis (15/7) sontak membuat Tary khawatir mengalami hal yang sama. Tary pun membatalkan rencana –kehadiran— pada perayaan ulang tahun ke-7 Insert yang digelar Kamis malam di Trans TV. Seperti yang diutarakan Hardiansyah Lubis, head of public relation Trans TV, pada Rabu (14/7) saat pers conference, Trans TV akan melibatkan mantan presenternya itu pada acara puncak. Memang bukan menghadirkan Tary secara langsung, tapi akan menampilkan dalam bentuk lain seperti wawancara telepon ataupun video.
“Pada awalnya dia memang bersedia, tapi melihat perkembangan kondisinya, tidak jadi dimunculkan,” kata Hardiansyah. (jan/c3/ayi)