SBY Kecewa Ditjen Pajak

oleh -6 views

JAKARTA – Maraknya kasus korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan memantik kekecewaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena itu, dia meminta seluruh jajaran Ditjen Pajak melakukan introspeksi dan segera menghentikan segala macam bentuk penyimpangan.
“Terus terang, hari ini, hati dan perasaan saya bercabang. Di satu sisi saya senang, bersyukur, di sisi yang lain saya masih kecewa dan prihatin,” kata SBY di depan sekitar 300 pejabat dan pegawai Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai Kementrian Keuangan, di Istana Negara,  Jakarta, kemarin.
SBY bersyukur karena penerimaan pajak terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, dia mengaku tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan munculnya kasus Gayus Tambunan. Pertemuan dan arahan kepada jajaran Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai, kata SBY, sudah digagas sejak setelah kasus Gayus Tambunan meledak.
Menkeu kala itu, Sri Mulyani Indrawati, sempat meminta SBY  untuk bertemu pimpinan dan jajaran Ditjen Pajak. Namun, SBY meminta Sri Mulyani mengonsolidasikan jajaran Ditjen Pajak lebih dahulu. “Saya kurang tepat untuk bertemu karena waktu itu, saya masih sangat kecewa. Lebih baik nanti bertemu di suatu saat ketika saya sudah bisa menata emosi saya, dan sudah ada langkah-langkah yang baik, yang kongkrit dan yang nyata yang dilakukan oleh jajaran Ditjen Pajak,” kata SBY.
Gara-gara kasus Gayus, saat ini telah terjadi demotivasi dan demoralisasi di jajaran Ditjen Pajak yang terus dihujat masyarakat.
Namun, presiden minta agar para petugas pajak berintrospeksi. “Patutlah kita dan saudara berintropeksi. Demoralisasi dan demotivasi,  sumbernya, biang keladinya karena perilaku sejumlah oknum yang mencoreng nama baik dirjen pajak dan, dalam kasus tertentu dirjen bea  cukai,” kata SBY.
Presiden mengatakan, Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai adalah instansi yang memiliki target penerimaan negara terbesar. Untuk itu,  bagi yang berprestasi, akan bisa menjadi pahlawan ekonomi dan APBN. Sebaliknya, jika berkhianat, akan menjadi penjahat.
SBY mengatakan, kepercayaannya kepada Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai baru akan pulih jika sudah ditunjukkan integritas, ikapasitas,  dan kinerja yang baik. “Makin cepat ditunjukan itu, makin cepat pula kepercayaan saya. My trust on you,  you itu semua, bukan yang hadir di  sini-, itu pulih kembali,” katanya.
Menkeu Agus Martowardojo optimistis pihaknya akan mampu melakukan perbaikan. “Untuk itu kami mohon kepercayaan Bapak Presiden kepada kami, untuk kami melanjutkan aktivitas kami,” kata Agus. (sof)