Warga WTC Tagih Janji Bupati

oleh -18 views
foto: moh junaedi LICIN. Kondisi jalan di depan pasar sayur Pabuaran Wetan memprihatinkan. Jalan yang berlubang tergenang air saat hujan turun.

foto: moh junaedi LICIN. Kondisi jalan di depan pasar sayur Pabuaran Wetan memprihatinkan. Jalan yang berlubang tergenang air saat hujan turun.

Masih Ada Jalan Rusak yang Belum Diperbaiki
PABUARAN – Masih ingat dengan janji Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM yang akan memperbaiki jalan di seluruh WTC pada bulan Juli ini. Dana perbaikan itu bersumber dari anggaran pusat sebesar Rp18 miliar sampai Rp24 miliar. Namun, hingga akhir bulan ini realisasi itu tak kunjung datang. Padahal, bupati di setiap kunjungannya ke WTC selalu menyampaikan hal tersebut.
Ruas jalan yang dikelola oleh Pemerintah Kab Cirebon masih terlihat rusak di sana-sini, yang paling parah adalah ruas jalan yang berada di sekitar pasar sayur Pabuaran Wetan, Kecamatan Pabuaran. Lubang besar tersebar di sudut jalan. Ditambah beceknya jalan karena beberapa hari ini diguyur hujan. Kondisi ini menambah jalan tersebut tambah rusak.
Setiap pengendara, baik sepeda motor maupun mobil harus memperlambat laju kendaraannya saat melintas di jalan tersebut. Pasalnya, jalan begitu licin dan bergelombang. Praktis, kondisi tersebut dikeluhkan oleh beberapa pengguna jalan.
Ismail Fahmi (30) salahsatu karyawan swasta yang setiap harinya menggunakan ruas jalan tersebut marasa terganggu oleh kondisi jalan yang rusak tersebut. Setiap hari, ia harus berjibaku melewati lubang-lubang jalan yang bisa membahayakan nyawanya, karena jika ceroboh sedikit bisa terjatuh. “Padahal beberapa waktu lalu jalan ini sudah diperbaiki, tapi hanya sekadar ditambal saja sehingga keliatannya aspal tidak kuat,” papar warga Babakan ini.
Pihaknya menuntut kepada Pemkab Cirebon untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Bukan hanya di Pabuaran, tapi seluruh jalan di WTC yang mengalami kerusakan. Keluhan juga disampaikan Raden Saeful Falach (25) salahsatu karyawan di salahsatu bank di Ciledug. Dia mengutarakan, selain menimbulkan kerawanan lalu lintas juga bisa menimbulkan kemacetan yang dapat menghambat waktu kerjanya. “Waktu saya habis karena terjebak macet akibat kondisi jalan yang tidak layak,” paparnya.
Dia juga merasa kecewa dengan pelayanan publik yang diberikan pemerintah Kab Cirebon dalam menyediakan sarana jalan. “Jalan itu penting sebagai akses pembangunan suatu daerah, kalau jalannya saja tidak diperhatikan bagaimana daerah bisa maju. Terlebih daerah Pabuaran dan sekitarnya adalah pintu masuk bagi para pendatang atau investor. Jangan sampai mereka batal tanam modal ke Cirebon gara-gara akses jalannya rusak,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Ir Tarjono MM belum bisa dikonfirmasi. Terpisah, Ketua Komisi III, Drs Ahmad Dharsono menjelaskan, ada beberapa titik jalan kabupaten yang perbaikan dilakukan oleh PT SMR karena dampak pembangunan jalan tol. “PT SMR janji akan memperbaiki sejumlah titik jalan kabupaten yang dilintasi kendaraan proyek tol,” ujarnya.
Untuk perbaikan dengan anggaran pusat, pria yang akrab disapa Acong membenarkannya. Hanya saja, untuk saat ini belum dilakukan. “Tinggal nunggu realisasi saja. Agustus kemungkinan digelar. Ini karena kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi. Sabar saja semua sudah diupayakan maksimal. Yang pasti Bukan sekadar janji,” ungkapnya seraya menyatakan mayoritas pembangunan infrastruktur diarahkan ke wilayah timur. (jun)