Para Ninja Serang Tiga Minimarket

oleh -1 views
HABIS NYERANG, KABUR. Polisi tiba di lokasi penyerangan, Sabtu malam (18/9), setelah para pelaku berhasil melarikan diri. Dari beberapa kali penyerangan dan pengrusakan, belum seorang pun ditangkap untuk diproses secara hukum.

HABIS NYERANG, KABUR. Polisi tiba di lokasi penyerangan, Sabtu malam (18/9), setelah para pelaku berhasil melarikan diri. Dari beberapa kali penyerangan dan pengrusakan, belum seorang pun ditangkap untuk diproses secara hukum.

Pelaku Puluhan Orang, Berdalih Razia Miras
CIREBON
– Oknum kawanan berjubah atau yang biasa disebut ninja, kembali main hakim sendiri. Mereka melakukan razia sekaligus merusak sejumlah toko yang diduga menjual miras (minuman keras). Dan kali ini yang menjadi sasaran adalah tiga minimarket Alfamart(satu nama, red) yang berada di 3 lokasi  berbeda di Kota Cirebon. Mereka juga semakin nekat dengan melakukan penyerangan hanya dalam satu malam yakni Sabtu (18/9) sekitar pukul 21.30.
Data yang dihimpun Radar Cirebon di lapangan, para pelaku yang berjumlah lebih dari 20 orang itu semula berkonvoi menggunakan berbagai jenis kendaraan roda dua. Sasaran pertama adalah minimarket yang berada di Jl Kesambi Raya No 5 (samping pintu perlintasan KA Lawanggada). Sambil membawa samurai dan mengucapkan kalimat tertentu, mereka merangsek masuk kemudian mensweeping miras. Sedikitnya dua dus berisi 12 botol bir diambil paksa dari dalam gudang lalu dipecahkan.
Puas di lokasi pertma, mereka kemudian melanjutkan aksinya di minimarket dengan nama yang sama di Jl Kesambi Dalam. Di tempat ini, mereka pun merangsek masuk kemudian menghancurkan 5 dus berisi bir berbagai merk. Dan sekitar pukul 22.00, mereka menyerang minimarket di Jl Jenderal Ahmad Yani by pass yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Mapolsekta Seltim. Mereka pun melakukan aksi yang sama, yakni merazia sekaligus menghancurkan sedikitnya 50 botol bir.
Beberapa sumbar di lapangan menyebutkan, aksi kawanan ninja ini membuat masyarakat ketakutan. Selama beraksi, tak seorang pun berani memberikan perlawanan. Warga hanya berharap pihak kepolisian maupun aparat terkait lainnya lebih tegas dalam mengambil tindakan. Kabar terakhir, pihak manajemen minimarket telah membuat laporan resmi ke Mapolres Cirebon Kota. (rdh)