Aksi Lagi, Tuntut Cabut Izin Fantasy

oleh -9 views
AKSI DAMAI. Aksi GMC di depan Karaoke Keluarga Fantasy, Jalan Kartini hingga pukul 23.30, tadi malam (19/1).

AKSI DAMAI. Aksi GMC di depan Karaoke Keluarga Fantasy, Jalan Kartini hingga pukul 23.30, tadi malam (19/1).

CIREBON – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Muslim Cirebon (GMC), kembali  menggelar tabligh akbar di depan Karaoke Keluarga Fantasy, Jalan Kartini hingga pukul 23.30, tadi malam (19/1). Aksi tersebut untuk mengingatkan  kepada Pemkot Cirebon dan pengelola untuk mencabut surat izin pendirian Fantasy. GMC memberi limit waktu kepada Pemkot dan pengelola Fantasy 3×24 jam untuk segera menutup tempat karaoke tersebut.
Massa aksi yang bergerak dari Attaqwa, langsung menggelar orasi di depan Fantasy. Praktis setelah kedatangan massa aksi GMC, Karaoke Fantasy berhenti beroperasi. Padahal sebelumnya, karaoke tersebut berjalan seperti biasanya. Gerbang Fantasy yang terbuka untuk pengunjung langsung ditutup rapat barikade aparat keamanan dari Polres Cirebon Kota dan Satpol PP.
H Faisal Fuad Hasyim, selaku ketua GMC menyatakan, aksi tersebut merupakan aksi damai, yakni tabligh akbar. GMC tidak pernah dan mengharapkan adanya tindakan anarkis. Tapi menurutnya, massa aksi yang sempat menghangat merupakan bentuk kekecewaan yang memuncak terhadap Pemkot dan pengelola Fantasy yang dianggap tidak mengindahkan.
“Kami ingatkan kepada Pemkot dan pengelola Fantasy untuk segera mencabut surat izin pendirian Fantasy atau dialih fungsikan. Karena ada masjid, dan zona pendidikan. Jadi apapun bentuknya, karaoke adalah tempat maksiat. Kecuali dialih fungsikan,” tegas Faisal kepada Radar.
Ustadz Iwan Sucipto, selaku wakil GMC bahkan menyatakan akan membakar Fanatsy, apabila Pemkot dan pengelola Fantasy tidak mengindahkan tuntutan mereka. “Karena ini tuntutan seluruh umat muslim di Kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.
Bukti bahwa penolakan tersebut merupakan kemauan masyarakat Kota dan Kabupaten Cirebon, Iwan bisa membuktikan dengan aksi tandatangan. Dan rencanaya surat yang berisi tandatangan penolakan tersebut akan dikirimkan kepada Pemkot, DPRD Kota Cirebon, DPRD Provinsi, Gubernur, Kapolri, dan juga Presiden. “Aksi tantangan penolakan tersebut sedang berjalan, dan sementara sudah ada 6000 tandatang,” beber Sucipto.
Senada diungkapkan ketua Foskawal, Ustadz Ujang mengatakan, pihaknya akan melakukan gerakan dengan caranya sendiri. “Karena selama ini kami baru melakukan gerakan yang bersifat moral. Tapi kalau himbauan kami tidak diindahkan terpaksa kami akan turun dengan cara kami sendiri,” tegasnya.
Aksi berjalan damai. Meski massa aksi sempat ada kesalahpahaman, tapi korlap segera meredam. Massa kasi kemudian membubarkan diri setelah puas menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutannya. (hsn)