Desa Pamijahan Tenang Kembali

oleh -102 views

CIREBON – Setelah terungkap bahwa buncul (siluman) di Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon palsu dan sang penemu, Abdul Jamil sebagai tersangka, situasi di desa Pamijahan kondusif kembali.
Menurut Kuwu Pamijahan Hj Eryati saat kejadian keributan, dirinya tak berada di tempat. Sebab waktu itu, sedang ada kunjungan dari tim peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan yang rencananya hendak memeriksa.
“Saat kejadian saya sedang mengantar tamu yang hendak meneliti,” ujarnya. Ia menambahkan, setelah itu dirinya pulang tak balik ke balai desa lagi, karena jam kantor sudah selesai.
Ketika disinggung mengenai keributan yang terjadi tiga hari lalu, Eryati menuturkan kedatangan Ujang Bustomi ke Desa Pamijahan hanya sebagai pengunjung biasa. Bukan sebagai tamu yang izin ke desa secara resmi. Jadi, dirinya tak mengetahui akan maksud dan tujuannya saat itu.
Eryati menekankan, kalau tontonan yang dilakukan di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Pamijahan, pihak pemerintah desa tak terlibat. Sebab, gedung tersebut merupakan milik masyarakat. Siapapun warga Pamijahan yang hendak menggunakannya diperbolehkan, dengan catatan harus berdasaarkan persetujuan warga.
Kasi Tribtam kecamatan Plumbon Molani mengatakan kedatangan Ujang Bustomi ke desa kapasitasnya hanya sebagai pengunjung biasa. Kalau ingin dilakukan pengawalan ketat, harus ada prosedur izin ke pemerintah setempat dulu. Jadi kita tahu maksud dan tujuannya. Makanya Satpol PP tak melakukan pengamanan khusus untuk dia. “Tidak ada izin ke pemerintah setempat jadi tak dilakukan pengawalan khusus,” paparnya.
Sementara itu Camat Plumbon Drs H Benni Sugriarsa mengatakan awal mula terjadinya keributan saat UB menantang adu ilmu dengan masyarakat. Karena situasinya sedang memanas terjadilah keributan. Dirinya mengaku tak pernah dimintai izin oleh Ujang Bustomi untuk datang ke Plumbon dan meminta pengawalan secara khusus. Kalau datangnya baik-baik pasti kejadian itu tak mungkin terjadi. “Tak ada permintaan pengawalan khusus, karena sebagai pengunjung biasa,” tandasnya. (mul)