791 Warga Cipicung Terisolir

oleh -28 views

MAJALENGKA – Akibat diguyur hujan deras semalaman,  tebing gunung Windu di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka mengalami longsor, Sabtu malam (22/1) sekitar pukul 21.30. Longsor terjadi di tujuh titik hingga menutup akses jalan utama pedasaan sepanjang 5 kilometer dengan lumpur setinggi 5 meter hingga 10 meter. Akibatnya, 791 jiwa penduduk Desa Cipicung terisolir. Bahkan, aktifitas perekonomian di desa tersebut pun terhenti.
Selain menutup akses jalan, longsoran tanah tersebut juga merusak 25 hektar tanaman padi dan satu rumah milik  Ny Enah. Meski demikian, longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Aparat desa dan Muspika Kecamatan Maja belum bisa menembus lokasi pemukiman warga Desa Cipicung yang terisolir. Kondisi jalan yang sangat licin dan curam, sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi warga.
Menurut Asep Heriyanto selaku kepala desa Cipicung kepada Radar warga sempat panik dan berusaha mengungsi, tapi tidak bisa keluar dari desa karena seluruh akses jalan desa tertutup timbunan tanah longsor. Warga terpaksa bertahan di rumahnya. Masih menurut Asep, warga Desa Cipicung terancam kelaparan karena kendaraan tidak bisa melalui jalan menuju desa tersebut.
“Uuntuk membersihkan longsoran tanah ini dan membuka kembali akses jalan harus menggunakan alat berat seperti becho. Kejadian ini sudah kami laporkan ke Pemkab Majalengka sekaligus meminta bantuan sembako untuk para warga yang terancam kelaparan ini,” tuturnya.
Sementara itu  Mamat (45) warga Desa Cipicung yang ditemui Radar berharap ada tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk membuka kembali akses jalan. “Kalau material longsor ini tidak segera dibersihkan, maka akan mengancam warga sekitar jika hujan kembali turun dan kami pun terancam kelaparan,” ungkapnya.
Sementara itu pantauan Radar di lokasi longor, kemarin (23/1), pemerintah kabupaten Majalengka belum melakukan upaya pembersihan material longsor yang menutup akses jalan desa tersebut. Untuk dapat menembus Desa Cipicung harus berjalan kaki karena jalan tersebut tidak dapat dilalui oleh jenis kendaraan apapun.(rdh)