Residivis Terbakar Racik Shabu

oleh -12 views

TANGSEL – Luka bakar 90 persen dialami Zulkifli (33), warga Blok A nomor 97 Perumahan Villa Dago, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, saat hendak mengolah narkotika jenis shabu-shabu. Akibat itu, Zulkifli dan dua orang yang tinggal di rumah tersebut saat ini dalam pengawasan pihak kepolisian.
Awalnya tidak ada yang curiga rumah lantai dua bercat krem yang didiami Zulkifli lebih dari 1 bulan lalu dijadikan gudang produksi shabu. Namun, Minggu (23/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB, semua kegiatan Zulkifli terungkap. Pasalnya, saat hendak meracik shabu, terdengar ledakan yang diduga terjadi akibat salah racik zat kimia. Ledakan itu sendiri mengakibatkan Zulkifli mengalami luka bakar. Zulkifli yang diketahui merupakan pemain lama dalam kasus shabu saat ini dirawat intensif akibat luka bakar disekujur tubuhnya di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Selain Zulkifli, turut diamankan Magdalena (25) (istri pelaku, red) dan Eddy (keponakan, red).
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy yang ditemui dilokasi mengatakan, usai mendengar laporan warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi. Dan, dari hasil olah TKP ditemukan dua gram shabu siap pakai dan setengah ember shabu yang masih dalam tahap produksi. Termasuk ditemukan juga yodium, soda api dan beberapa jenis bahan kimia lainnya. Kesemua barang bukti yang ditemukan di salah satu kamar khusus di lantai dua rumah tersebut, kata Gatot, merupakan bahan yang digunakan untuk memproduksi shabu-shabu.
”Yang bersangkutan bukan pemain baru. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku yang saat ini dirawat di RS Fatmawati, merupakan residivis terkait kasus yang sama di daerah Bogor, Jawa Barat,” kata Gatot Eddy.
Jelas Gatot, pihaknya saat ini sedang menelusuri apakah ada tempat lain yang digunakan pelaku sebagai gudang produksi shabu. Mengingat informasi yang didapat dari saksi pelaku baru lebih dari satu bulan tinggal di Villa Dago Pamulang. Dua orang lainnya yang saat kejadian berada di rumah, saat ini diamankan di Polsek Pamulang.
”Yang turut diamankan adalah istri dan keponakan yang bersangkutan. Kami masih melakukan tindak lanjut untuk mengembangkan kasus ini,” kata Gatot.
Warga sekitar, Kebet (25), penjual nasi uduk yang berjualan tepat di rumah pelaku menuturkan semenjak tinggal di kompleks Villa Dago, penghuni rumah berpagar setinggi dua meter tersebut diketahui ramah. Bahkan sepengetahuan Kebet, Rabu (19/1), pemilik rumah tersebut, sempat membeli motor baru.
”Ibu (Magdalena, red) yang dirumah itu ramah. Kalau keluar sering menyapa. Bahkan Rabu baru beli motor. Kehidupannya memang terlihat cukup berada. Tapi, saya nggak tahu apa pekerjaan mereka,” kata Kebet. (kin)