Gempa 6,3 SR Bunuh 65 Orang

oleh -3 views
HANCUR LEBUR. Dua wanita saling berpelukan di depan gedung yang luluh lantak akibat gempa 6,3 SR di pusat kota Christchurch, Selandia Baru, Rabu (22/2).

HANCUR LEBUR. Dua wanita saling berpelukan di depan gedung yang luluh lantak akibat gempa 6,3 SR di pusat kota Christchurch, Selandia Baru, Rabu (22/2).

CHRISTCHURCH- Selandia Baru berduka. Christchurch, kota terbesar kedua di negeri selatan tersebut, diguncang gempa kemarin (22/2). Berkekuatan 6,3 skala Richter (SR), gempa itu menewaskan 65 orang. Itu kali kedua Christchurch digoyang gempa. Pada September 2010, kota tersebut diguncang gempa berkekuatan 7,1 SR. Ajaibnya, kala itu tidak ada seorang pun korban tewas.
Keajaiban memang jarang datang dua kali. Meski gempa kemarin lebih kecil daripada gempa tahun lalu, jumlah korban justru melambung. Angka kematian tinggi lantaran gempa kemarin terjadi kala jam makan siang. Saat orang-orang masih berlalu lalang di jalan, saat kantor-kantor masih dijubeli orang. Pada September 2010, gempa terjadi dini hari. Meski tanpa korban jiwa, diperkirakan guncangan besar ketika itu melemahkan struktur bangunan di Christchurch.
Buktinya, kuda-kuda atap katedral di kota tersebut rontok. Sedangkan gedung Canterbury TV yang setinggi enam lantai berubah menjadi puing-puing berasap. Kerusakan dua bangunan itu paling besar.
“Kami saksikan hari tergelap di Selandia Baru. Sampai saat ini, yang tewas mencapai 65 orang. Itu masih bisa terus bertambah,” kata PM John Key.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan ungkapan Key kala gempa September 2010. Ketika itu dia menyatakan bahwa negerinya dilindungi miracle alias mukjizat. Sebab, gempa 7,1 SR kala itu tidak membawa selembar nyawa pun.
Selain korban tewas, diyakini ratusan orang masih terkubur reruntuhan gedung. Sebagian masih hidup. Mereka masih bisa berteriak-teriak, mengetuk-ngetuk puing, bahkan mengirim SMS serta menelepon keluarga dan media.
Salah seorang yang bisa menghubungi media adalah Ann Voss, pekerja yang terperangkap saat bersembunyi di bawah meja. Dia menyatakan masih bisa mendengar orang yang juga terjebak di sekitarnya. Mereka berkomunikasi dengan cara mengetuk-ngetuk reruntuhan.
“Saya tidak akan menyerah. Saya akan terus berjaga. Tapi, tim penyelamat harus datang dan menyelamatkan saya,” kata Voss kepada TV3 dari tempatnya ter­kubur. Dia akhirnya bisa diangkat setelah terjebak enam jam.
Gempa kemarin juga menjatuhkan sebongkah gunung es di Tasman Glacier. Ukuran gunung es yang runtuh ke danau Tasman itu tidak main-main. Beratnya sekitar 30 ton dan tingginya 3,5 meter.
Selandia Baru memang terletak pada jalur jajaran gunung berapi yang disebut Cincin Api Pasifik. Jalur tersebut melintasi bumi dari Cile, Jepang, Indonesia, hingga Selandia Baru. Pada 1931, Selandia Baru diguncang gempa 7,8 SR yang menewaskan 256 orang, terburuk dalam sejarah. Gempa September 2010 “hanya” menghancurkan 100 ribu rumah, tapi tidak mencabut nyawa. (AP/Reuters/AFP/c11/dos)