Kebakaran Capai Ratusan Hektare

oleh -10 views

KUNINGAN-Kerja keras tiada henti dari petugas gabungan pemadam kebakaran beserta relawan akhirnya membuahkan hasil. Mereka sukses memadamkan gulungan si jago merah di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan, Minggu (4/10) pukul 16.30.
Lokasi terakhir amuk api terjadi di Blok Cilayur. Titik api itupun mendapat kepungan petugas. Selain menggunakan unit mobil slip on, jet shooter, penggebuk api, berbagai alat manual lain digunakan dari berbagai sisi. Sebagian memadamkan, sebagian lagi membuat skat bakar untuk mengantisipasi perluasan api.
Usaha tersebut tidaklah mudah. Petugas harus menaklukan dulu medan terjal berbatu. Terlebih bebatuan di sekitar lokasi masih dalam kondisi panas pasca pemadaman. Di sisi lain, warga pemilik kebun di sekitar lokasi kebakaran juga diperintahkan untuk menjaga kebun mereka masing-masing. Itu agar api tidak menjalar ke perkebunan mereka.
Kerjasama kolektif tersebut membuahkan hasil. Pukul 16.30, api berhasil di padamkan secara total. Para petugas dan relawan pun bisa bernafas lega.
Kasatpol PP Kuningan, Deni Hamdani MSi, mengaku bersyukur kobaran api di kawasan TNGC kini sudah padam. “Alhamdulillah, sukses kita padamkan,” ucap Deni, via telepon selulernya kepada Radar, kemarin.
Ditanya luas lahan hutan yang terbakar, Deni belum bisa memastikan. Namun Ia memperkirakan luas lahan hutan TNGC terbakar mencapai ratusan hektare. Menurut dia, banyak kendala dalam proses pemadaman, selain cuaca panas dan angin kencang, medan di lokasi terjal dan berbatu. Tapi berkat pengerahan dan usaha maksimal, semua bisa teratasi.
“Sehingga saat kami menuju titik kebakaran lain harus melewati titik bekas kebakaran. Sedangkan bebatuannya masih panas. Kami pun harus berhati-hati melangkah karena salah melangkah sedikit saja bisa terjebak himpitan batu,” terangnya.
Kendati sudah padam, lanjut Deni, pihaknya tetap mewaspadai. Pasalnya, menurut dia, hutan TNGC ini terbilang unik. Meski sudah tidak ada api, terkadang percikan api baru mendadak kembali muncul. “Karena itu, kita sekarang masih waspada,” pungkasnya. (tat)