Lokasi Tewasnya Istri Saipul Jamil Penuh Misteri

oleh -8 views

PURWAKARTA – Sebaiknya berhati-hati ketika melalui jalur Tol Cipularang, khususnya ketika memasuki Km 90-100. Sebagian orang menganggap jalur ini penuh misteri, termasuk seringnya kecelakaan yang terjadi di jalur yang memecah petilasan Prabu Suliwangi dan Prabu Kiansantang itu.
Tewasnya Virginia Anggraeni, istri pedangdut Saipul Jamil pada Sabtu (3/9) pekan lalu di Km 96-500 menyisakan sebuah misteri. Terlebih berbagai pernyataan yang diungkapkan Saipul Jamil yang mengemudikan sendiri mobil Avanza warna merah akibat kecelakaan yang menimpanya. Salah satunya disebabkan terpaan angin besar, sehingga mengulingkan kendaraannya.
“Bahkan bisa dibilang jalur Km 90 – Km 100 ini tepatnya di pertengahan Gunung Hejo, rawan kecelakan, dan disebut sebagai jalur maut,” ujar Yuyun salah satu warga yang tinggal di Gunung Hejo ketika berbincang dengan Pasundan Ekspres (Grup Radar Cirebon), Senin (5/9).
Yuyun mengakui, di jalur ini tepatnya lintas di Gunung Hejo yang menjadi petilasan Prabu Siliwangi dan Prabu Kiansantang sering terjadi kecelakaan. “Bahkan, hampir beberapa hari sekali terjadi kecelakaan, baik malam ataupun siang hari. Karena memang jalur ini rawan,” kata dia.
Banyak cerita yang mengisahkan setiap terjadi kecelakaan, banyak pengemudi yang melihat sesuatu yang bisa dibilang gaib. Sehingga pengemudi sering menghindar dan terjadi kecelakaan. “Saya sendiri sering melihat orang berjalan di tengah jalan tol. Ini memang antara percaya dan tidak percaya,” jelasnya.
Hal tersebut juga dikuatkan oleh kuncen Gunung Hejo, Ahmad Sarip (89) yang dipercaya mengurus petilasan. Abah Ahmad mengakui kalau memang di jalur tersebut sering kali terjadi kecelakaan.
“Memang sering terjadi kecelakaan di jalur ini, tepat di depan rumah saya ini mulai dari jembatan sampai dengan lintas jalur di Gunung Hejo ini,” terang dia.
Namun tutur dia, seringnya kecelakaan di jalur ini sebenarnya tidak usah dikaitkan dengan misteri yang selama ini dibincangkan banyak orang. “Memang dahulu sebelum dibangun, lokasi ini masih hutan. Dan ketika pembangunan tol dilaksanakan, hanya jalur ini yang sering longsor,” katanya.
Bahkan, pihak pemborong juga sering melakukan ritual dengan selamatan memanjatkan doa dan melakukan pemotongan mulai kambing sampai dengan sapi. “Saya sudah diberikan kepercayaan menjaga petilasan ini hampir 40 tahunan, setelah mengantikan adik saya. Hampir semua kejadian saya mengetahuinya,” ungkap Abah Ahmad Sarip.
Sementara itu, Lili dan Aripin petugas mobil derek PT Jasa Marga yang setiap hari berpatroli di lokasi ini, mengaku jalur rawan kecelakaan.
“Termasuk lokasi kecelakaan tunggal yang menimpa Saipul Jamil beserta keluarga, sehingga menewaskan istrinya,” ujarnya.
Menurut Aripin, hampir setiap hari ada aja yang kecelakaan, baik tunggal ataupun ditabrak dari belakang maupun menabarak kendaraan lain. “Bahkan, kecelakaan yang sebelumnya menewaskan perwira TNI dua orang ada di jalur Km 99, termasuk kecelakaan artis Uya Kuya tidak lama menjelang Ramadan juga di situ,” ungkapnya.
Kalau Uya Kuya masih beruntung tidak sampai ada yang meninggal, hanya mengalami luka ringan saja. Meskipun kendaraan yang dikendarainya menyeruduk kendaraan lain di depannya. “Kalau Uya Kuya di jalur B Km 109 arah Jakarta, mobil yang dikendarai rombongan Uya menyeruduk mobil colt diesel,” terang Aripin.
Menurutnya, secara bergantian selama 24 jam dirinya bersama rekan lainnya selalu berjaga dan berpatroli di sepanjang jalur Cipularang ini. “Kalau soal gaib dan lintasan jalur Gunung Hejo antara percaya dan tidak. Kalau kami sendiri sih memang sering melihat yang aneh-aneh. Tapi Alhamdulillah, semuanya kami serahkan pada Allah SWT,” pungkasnya. (ctr)