Badai Nesat Sapu Filipina

oleh -1 views

FOTO: AFP HANCUR. Warga di sebuah komunitas di Teluk Manila membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang berantakan akibat badai kemarin WIB.
MANILA- Taifun Nesat berhasil memorak-porandakan Filipina kemarin (27/9). Wilayah Metropolitan Manila pun dilanda banjir parah akibat siklon tropis itu. Sedikitnya, tujuh orang dilaporkan tewas dalam musibah alam tersebut.
“Badai (Nesat) ini sangat hebat. Hujan begitu deras dan angin bertiup sangat kuat. Beberapa sungai sudah meluap sehingga dilakukan evakuasi terhadap warga di sejumlah wilayah,” kata Kepala Badan Perlindungan Sipil Filipina Benito Ramos. “Kami belum mendapatkan data lengkap seberapa besar kerusakan akibat badai ini. Sebab, terjangan badai masih berlangsung di sejumlah wilayah,” lanjut Benito.
Meski begitu, Badan Perlindungan Sipil mem­benarkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas akibat Badai Nesat. Empat orang di antaranya tewas di Manila karena tertimpa reruntuhan gedung yang roboh. ebagian wilayah ibu kota Filipina itu terendam banjir. Dampak terparah serangan Badai Nesat terlihat di sekitar tepi kawasan Teluk Manila. Gelombang besar menghantam tanggul sepanjang teluk di ibu kota dan membuat air laut meluap ke Roxas Boulevard hingga menutup salah satu jalan arteri utama.
“Ketinggian air di Teluk Manila sudah melampaui tanggul. Kami mengimbau warga untuk tidak keluar rumah dan menjaga keselamatan mereka. Kami juga meminta agar warga yang tinggal di sekitar teluk tetap tenang,” ujar Sekretaris Jenderal Palang Merah Nasional Filipina Gwen Pang.
Lantai dasar Manila Hospital, yang berada di tepi jalan utama Roxas Boulevard dan menghadap ke teluk terendam banjir setinggi lutut. Ketinggian air itu memaksa para staf rumah sakit memindahkan pasien ke lantai dua.
Para tamu hotel bintang lima, Sofitel Philippine Plaze, yang berlokasi di pinggir teluk, juga dievakuasi. Sekitar 5 ribu orang yang tinggal di sepanjang Sungai Marikina telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka karena ketinggian air terancam meluap.
Istana Malacanang (istana kepresidenan Filipina) telah mengimbau agar semua sekolah ditutup atau diliburkan sementara. Kantor pemerintahan di Manila dan wilayah lain yang terkena dampak Nesat juga diliburkan. Selain itu, sejumlah penerbangan domestik dari dan menuju ibu kota kemarin dibatalkan.
Kegiatan di Bursa Efek Filipina juga berhenti total. Selanjutnya, sistem kereta api bawah tanah dimatikan untuk sementara karena kerusakan listrik.
Setiap tahun Filipina dihantam sekitar 20 badai besar. Sebagian di antaranya merenggut korban jiwa. Pemerintah Filipina menyatakan bahwa Badai Nesat adalah salah satu yang terdahsyat tahun ini dengan curah hujan dan angin dua kali lebih besar daripada rata-rata. (AFP/AP/cak/dwi)