ABG Mesum “Disidang” dengan Dihadirkan Orangtuanya

oleh -9 views

KUNINGAN– Prihatin! Itulah kalimat yang menggambarkan kondisi moral Anak Baru Gede (ABG) sekarang. Alih-alih sekolah yang benar eh malah melakukan tindak mesum di Hutan Kota Bungkirit yang tereletak di Jalan Raya Kuningan-Cigugur. Mereka tanpa merasa malu melakukan tindakan yang dilarang norma agama dan masyarakat.

Parahnya lagi tindakan yang mereka lakukan hanya dengan proses yang singkat yakni tiga hari pacaran. Dalam waktu singkat tersebut mereka sudah berani melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan setelah menikah.

“Ya pak saya baru tiga hari pacaran, jujur melakukan tindakan ini baru kali ini. Saya benar-benar khilaf, dari pegangan tangan keterusan kemudian ciuman ,” ucap salah seorang remaja berusia 16 tahun ketika menjawab pertanyaan Pengelola Hutan Kota Bungkirit Asep Zulkarnaen ketika akan akan membuat surat pertanyaan, Minggu (2/6) di sekretariat Kantor Hutan Kota Bungkirit.

Ketika didesak apakah sebelumnya melakukan tindakan seperti ini, kedua remaja tersebut mengaku tidak. Mereka mengaku jadian hari Jumat lalu dan Sabtu malam bertemu. Karena ada yang memberitahu ada objek wisata yang cocok untuk pacaran maka memutuskan untuk pacaran di hotan kota.

Remaja lelaki yang menggunkan baju kemeja kotak-kotak tangan panjang ini mengaku, kapok dan tidak akan melakukan tindakan seperti ini lagi. Begitu juga remaja perempuan berjanji akan menjaga diri.

“Saya takut dimarahin bapak dan mamah. Saya kapok! Benar-benar perbuatan ini tidak direncakan pak,” ucap remaja putri yang baru kelas dua SLTA ini.

Remaja putri yang sudah pacaran lima kali ini membantah sudah melakukan tindakan lebih jauh terutama dengan pacar sebelumnya. Ia menyebutkan, dengan pacar sebelumnya pacaran selalu dilakukan di rumah.

Ini salah satu pengakuan dari lima pasangan remaja yang di “tangkap” oleh petugas ketika melakukan tindakan mesum Mingggu (2/5). Dari lima pasang tersebut kebanyakan pelajar, ada satu pasang dari daerah Majalengka.

Mereka tertangkap basah ketika berciuman dan berpelukan. Menurut Asep yang paling parah terjadi pada hari Sabtu (1/1) dimana ada satu pasangan selain berpelukan juga mencium payudara pasangannya.

“Harus bagaimana lagi kami memberitahu kepada mereka, sudah melalui spanduk besar, brosur hingga stiker kecil ketika mereka mambayar tiket. Namun, ternyata tidak mempan. Selalu ada saja yang melakukan tindakan mesum,” ucap Asep yang didampingi petugas Babinsa Koramil Cigugur Ade N.

Agar memberikan efek jera kepada pelaku pihaknya membuat surat pernyataaan yang ditandatangai oleh kedua orang tau diatas materai. Cara seperti ini memang ada hasilnya dimana tidak ada pelaku yang melakukan tindakan berulang-berulang ketika berkunjug kembali ke hutan kota.

Dengan kejadian ini berarti selama dua harus pada bulan Juni sudah ada enam kasus. Kalau dihitung-hitung  dari bulan Januari-Mei lebih dari 40 kasus ditambah bulan Juni enam kasus.

“Saya prihatin dengan moral anak remaja sekarang. Saya malakukan tindakan seperti ini ingin menyelamatkan generasi muda,” jelasnya.

Pantauan Radar, kejadian lima pasanga digiring terjadi jam 11 siang. Hingga jam 15.00 baru datang satu orang tua. Meski terlihat raut muka kecewa dan malu namun mereka terlihat tabah dengan apa yang dilakukan oleh anaknya.

“Tadi sebelum berangakat ijin dulu  mau main sama teman ke Bungkrit. Saya kira Bungkirt apa ternyata hutan kota,” ucap pria yang mengaku berjualan klotongan di salah satu pasar tradisional di Kuningan.

Dia mengaku, kasus ini akan menjadi pembelajaran dimana akan mengawasi anaknya seketat mungkin. Sebagai orang tua tentu prihatin dengan kejadian ini. Terlebih selama ini anak keduanya itu beroprilaku baik.(mus/rcc)

 

Foto agus mustawan:

 

Tiga  dari lima pasangan remaja yang “ditangkap” tengah berbuat mesum di Hota Kota Bungkirit tengah didata dan diberikan pengarahan.