Ano: Bisa Jadi Mutasi Jumat

oleh -2 views

 

Langsung ke Bandung

Sambut Kepulangan

Aher dari Tanah Suci

 

KEJAKSAN– Gubernur Ahmad Heryawan Lc dikabarkan telah pulang dari umrah pada Rabu (28/8). Dalam hari yang sama, Wali Kota Cirebon Drs H Ano Sutrisno MM mempercepat kegiatan, kemarin. Bahkan, setelah Radar Cirebon mewawancarai wali kota 2013-2018 itu, langkah terburu-buru diambil Ano.

Sambil berlalu, Ano mengungkapkan dia harus segera berangkat ke Bandung. Alasannya ada kegiatan penting di Gedung Pakuan (rumdin gubernur, red). “Mutasi kita tunggu persetujuan gubernur. Beliau pulang umrah hari ini (kemarin),” ucapnya.

Dikatakan Ano, mutasi terdekat untuk pejabat eselon dua harus ada persetujuan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Karena gubernur dua periode itu baru saja pulang umrah, Ano belum dapat memastikan waktu mutasi pada minggu ini. “Begitu turun (surat persetujuan) dari gubernur, langsung kita laksanakan (mutasi),” janjinya.

Menurutnya, untuk kemungkinan mutasi digelar minggu ini tak ada waktu cukup. Dengan sisa waktu masa kerja aktif dua hari, dimungkinkan mutasi bergeser minggu depan. “Minggu ini saya kira tidak bisa. Hari aktif kerja tinggal Kamis-Jumat. Tapi lihat saja perkembangannya. Barangkali beliau (gubernur) langsung menandatangani hari ini (kemarin). Bisa jadi mutasi Jumat,” paparnya lagi. Secara pribadi, Ano mengharapkan mutasi digelar secepatnya. Hal ini demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Menurut sumber Radar, keberangkatan wali kota ke rumah dinas gubernur untuk membicarakan agenda utama mutasi. Pasalnya, Ano mengharapkan agar gubernur segera menekan surat persetujuan mutasi untuk pejabat eselon II. Demi kepentingan itu, Ano langsung yang turun dan menghadap gubernur di Pakuan.

Terkait hal ini, Ano mengaku datang ke gedung Pakuan untuk kepentingan undangan pribadi. Kedatangannya ke Bandung berkaitan dengan program dan pemberian penghargaan bagi para pendidik. “Tidak ada kaitan dengan mutasi,” jawab Ano.

Pada sisi lain, Ano telah mempersiapkan generasi berikutnya. Pejabat eselon tiga dan empat diikutkan Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan (diklatpim) di Jogjakarta. “Mereka yang ikut diklatpim telah lulus seleksi. hanya saja, kesempatan panggilannya baru dilakukan sekarang,” terang Ano.

Pejabat eselon III yang diberangkatkan diklatpim, bukan untuk kepentingan mutasi terdekat. Pasalnya, untuk menyelesaikan diklatpim membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Ano mengungkapkan, mereka dikirim untuk dipersiapkan calon pejabat di masa yang akan datang. Dikatakan, tugas pemerintah saat ini salah satunya menyiapkan generasi penerus yang telah memenuhi kompetensi dan aspek normatif lainnya terpenuhi dengan baik. “Mereka dipersiapkan untuk generasi selanjutnya,” terang Ano. (ysf)