Sopir Elf Ancam Mogok Masal

oleh -2 views
DENY HAMDANI/RADAR CIREBON BEBAS BEROPERASI: Cator atau becak motor dengan bebas beroperasi di wilayah Kabupaten Cirebon. Kehadiran cator membuat para sopir elf resah lantaran sebagian besar penumpang memilih menggunakan cator ketimbang elf.

Bila Dishub Tak Tertibkan Cator

CILEDUG-Sopir elf juru­san Cirebon-Babakan-Ci­le­dug mengancam akan me­lakukan aksi mogok masal. Hal itu akan dilakukan bila Pemerintah Kabupaten Cire­bon tidak menertibkan cator atau becak motor yang beroperasi di Cirebon. Pasalnya, keberadaan cator ini mengancam keberlangsungan sopir elf. Cator seolah menjadi angkutan yang memiliki trayek tetap sehingga membuat penumpang elf berkurang.
Koordinator awak elf Tapri mengatakan, tiga tahun ke belakang penghasilannya menurun lantaran adanya cator. ”Bayangkan saja, yang tadinya bisa mencapai Rp60 ribu sehari, sekarang hanya Rp20-Rp30 ribu. Padahal kami berangkat jam 4 pagi. Apalagi sekarang ini harga-harga sedang naik,” jelasnya, kemarin (8/9).
Ia merasa heran karena cator bisa beroperasi dengan bebas. Padahal cator tidak memberikan kontribusi pada pemerintah berupa cator. Yang membuat pihaknya semakin heran, cator beroperasi layaknya angkot dan memiliki trayek. ”Pokoknya sepanjang Gebang hingga Ciledug itu cator sangat bebas mengambil penumpang,” ujar Tapri.
Tapri pun meminta agar Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon dan kepolisian khususnya Sat Lantas bisa segera menertibkan cator yang masih beroperasi. “Kami nggak bisa melakukan apa-apa. Kami menunggu ketegasan aparat yang berwenang untuk tertibkan cator,”ujar Tapri.
Namun jika dalam waktu dekat ini tidak ada upaya dari pihak terkait, maka mogok masal akan dilakukan. Semua sopir elf, kata dia, akan satu suara untuk tidak beroperasi. ”Kami akan berunding untuk mengambil tindakan. Karena tidak bsia begini terus. Bisa kami lakukan aksi mogok masal,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Ciledug Dishub Kabupaten Cirebon Sudibyo mengaku sudah mengetahui keluhan para sopir elf. Ia pun akan menyampaikan persoalan tersebut pada Kepala Dinas Perhubungan. “Saya sudah sampaikan kepada pak Kadis. Saya nunggu instruksi pak Kadis dulu. Dan para sopir juga sudah sampaikan surat kepada pak Kadis dan juga Kapolres,” ujar Sudibyo.
Sudibyo menegaskan pihak­nya pun akan menindak cator yang membawa penum­pang. “Ketika saya lihat, akan saya ber­hen­tikan,” jelasnya. (den)