Wong Langut Sambut Antusias Kirab Pusaka

oleh -14 views
SAMBUT KIRAB: Kuwu Langut, Kuku Juberudin menerima rombongan kirab pusaka di halaman Balai Desa Langut, Kecamatan Lohbener, Sabtu (3/10).KHOLILI BRAHIM/RADAR INDRAMAYU

LOHBENER– Kirab pusaka peninggalan sejarah pendiri Kabupaten Indramayu, Raden Bagus Aria Wiralodra mampir ke Desa Langut, Kecamatan Lohbener, Sabtu (3/10).

Ribuan warga antusias menyambut kedatangan rombongan kirab pusaka yang baru pertama kali singgah di desanya. Tak hanya masyarakat setempat, warga dari desa tetangga juga ikut menyambut untuk melihat dari dekat pusaka yang dibawa seperti Gagak Winangsih, Cakra Udak Sana Kiyai Tambu, Gagak Pernala, Gagak Handaka, Mimang Latamosandi dan Jubah Tambal Sewu.

Tak ayal, lokasi penyambutan yakni halaman kantor Desa Langut berubah menjadi lautan massa. Kesempatan itu juga dimanfaatkan warga untuk memegang dan berfoto dengan benda-benda bersejarah tersebut.

Kuwu Desa Langut, H Juju Juberudin ST menuturkan, sejak lama masyarakatnya ingin sekali melihat langsung berbagai pusaka peninggalan sejarah pendiri Bumi Wiralodra. Sebab biasanya, kirab pusaka hanya mampir sekilas di kantor Kecamatan Lohbener.

“Keinginan warga sudah tak berbendung. Karena itu saya berusaha tahun ini agar kirab pusaka mampir di desa kami. Alhamdulillah tercapai. Mudah-mudahan dengan singgahnya rombongan pusaka ini, masyarakat dapat lebih mengetahui sejarah Indramayu,” kata Kuwu Jiju sapaan akrab Juju Juberudin.

Menurut dia, ada kesan kuat kirab pusaka menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal sejarah leluhurnya. Terlebih sebagian masyarakat percaya, momentum ini bisa membawa berkah bagi Desa Langut yang disinggahi kirab pusaka yang hanya dipertontonkan setahun sekali.

Sesepuh Desa Langut, H Wastana mengaku bangga bisa melihat dan memegang langsung pusaka yang menjadi kebanggan kabupaten indramayu itu. “Sejak lahir sampai usia sudah sepuh ini, baru pertama kali bisa melihat dan memegang langsung benda pusaka sejarah Raden Wiralodra. Benar-benar pengalaman yang menakjubkan,” kata dia.

Hal ini tidak lepas dari peran Kuwu Jiju yang merespon keinginan warganya. Dia dinilai sebagai pemimpin yang arif, bijaksana dan memiliki motivasi tinggi untuk selalu merealisasikan apa yang menjadi harapan masyarakat. “Kami berterima kasih dan bangga mempunyai sosok pemimpin seperti Kuwu Jiju. Kami juga berharap kepemimpinan serta kebijaksanaannya terus berlanjut agar Desa Langut lebih sejahtera,” harap Wastana.

Sebelumnya, Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah mengatakan, kirab pusaka dilakukan untuk menghormati benda-benda pusaka peninggalan sejarah dan lebih mengenalkan kepada masyarakat Indramayu yang tersebar di 31 kecamatan. Sebagai peninggalan sejarah, kirab pusaka ini sangat bagus untuk dikenalkan kepada generasi muda yang ada di Indramayu.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kirab yang diselesaikan dalam waktu satu hari. Namun pada tahun ini, kirab pusaka dilaksanakan hingga tujuh hari mendatang.

Kirab ini akan berhenti dan bermalam di kecamatan yang telah disepakati, untuk hari pertama peserta kirab bermalam di Desa Dukuhjati Kecamatan Krangkeng. hari kedua bermalam di Desa Tambi Kecamatan Sliyeg, kemudian hari ketiga bermalam di Desa Rajasinga Kecamatan Terisi, hari keempat di Alun-alun Haurgeulis.

Hari kelima di Alun-alun Kecamatan Bongas, hari keenam di Kantor Kecamatan Lohbener dan di hari ketujuh atau tepatnya 7 Oktober 2015, kirab pusaka sudah kembali ke Indramayu dan dipamerkan di ajang Pameran Benda Pusaka.

“Selama bermalam di tengah-tengah masyarakat, pasukan kirab akan berbaur dengan masyarakat dan disuguhkan berbagai hiburan untuk masyarakat Indramayu,” kata bupati.

Sebelum kirab pusaka dilepas oleh Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah, terlebih dahulu diawali dengan doa bersama dan ziarah di Makam Raden Aria Wiralodra yang dihadiri oleh ratusan warga masyarakat dan undangan lainnya. (kho)