”Dulu Protes , Sekarang Ribut Macet”

oleh -3 views

KEJAKSAN– Kondisi Jl RA Kartini diakui Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH, sebagai jalur terdapat dan paling macet di wilayah Kota Cirebon. Sayangnya, upaya mengurai kemacetan tersebut mendapat banyak tentangan, hingga Azis kemudian membatalkan kebijakan one way. “Dulu protes di one way. Sekarang malah ribut macet,” ucap Azis, kepada Radar, Selasa (22/12).

Azis mengakui, ketika Jl RA Kartini diuji coba satu jalur, banyak protes dan tekanan yang masuk kepada dirinya, baik secara langsung maupun lewat SMS. Sekarang, setelah dibukanya pusat perbelanjaan baru dan akan diresmikan sebuah hotel megah di Jl RA Kartini, banyak masyarakat yang meminta agar ruas jalan tersebut dikembalikan menjadi satu jalur.

“Menurut saya Kartini merupakan jalan termacet dari semua jalan yang ada di Kota Cirebon loh ya. Maka dari itu harus ada solusi mengatasinya,” katanya.

Mantan ketua DPRD Kota Cirebon itu mengungkapkan, setelah kebijakan one way dibatalkan ketika itu, memang tidak ada dampaknya. Sebab, saat itu utilitas di Jl RA Kartini tidak ada penambahan. Baru sekarang, Jl RA Kartini menjadi sangat padat. “Semua itu memang ada plus minus. Makanya, saya selalu mendengar masukan-masukan,” ucapnya.

Untuk mengubah Jl RA Kartini menjadi satu arah, dirinya tidak mau gegabah mengambil keputusan. Perlu dilakukan kajian ulang bersama melalui forum lalu lintas yang diketuai oleh kepala Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubkominfo).

Rekayasa lalu lintas di Jalan RA Kartini memang diperlukan, karena ruas jalan tersebut sangat strategis. Jl Kartini merupakan akses menuju Alun-alun Kejaksan, Masjid At Taqwa, Balaikota Cirebon dan kawasan perdagangan di Jl Siliwangi-Karanggetas. Wajar bila kemudian Jl RA Kartini sangat padat.

Dia menambahkan, dirinya tidak menyesalkan terkait banyaknya masyarakat yang melakukan protes saat sebelumnya Pemkot Cirebon mengeluarkan kebijakan one way di Jalan Kartini. Padahal, bila Jalan Kartini tidak diubah kembali, dirinya yakin Pemkot Cirebon sudah lebih maju dan bisa mengembangkan inovasi terkait mengatasi kemacetan di jalur lain yang terdampak one way. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *