WNI Bebas karena Tebusan? Ini Penjelasan Menlu

oleh -6 views
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Dok JPNN.com/radarcirebon.com

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Panglima TNI saat ini sedang membahas intensif bagaimana teknis pemulangan kembali empat sandera kelompok Abu Sayyaf ke Tanah Air.

Belum pasti kapan waktunya. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi hanya menegaskan, pemulangan dilakukan segera.

”Sekarang fokusnya memastikan mereka sehat. (Soal pemulangan, red) sedang berembuk bagaimana kita mengembalikan para sandera,” ungkapnya.

Disinggung terkait proses pembebasan dan siapa kelompok penyandera, Retno menolak memperinci. Dia mengatakan, hal itu menjadi tidak penting.

Sebab, fokus utama pemerintah membebaskan WNI dalam kondisi selamat sudah berhasil. “Alhamdulilah keempat itu sudah dapat. Posisi sudah dengan otoritas Filipina tapi tim Indonesia sudah di sana,” paparnya.

Kabarnya, pembebasan para sandera tak lepas dari peran Moro Nasional Liberation Front (MNLF). Informasi yang dihimpun Jawa Pos (radarcirebon.com group) menyebutkan, pemimpin MNLF Nur Misuari terlibat aktif sejak awal upaya pembebasan.

Informasinya para pembajak yang dipimpin Alan Bagade dengan nickname Rambo tersebut sempat meminta uang tebusan PHP 50 juta (Rp 15 miliar). Namun, Nur Misuari bersikukuh tak ingin membayarnya.

Inilah yang kemudian menjadi penyebab proses negosiasinya menjadi agak alot. Bahkan, kabarnya sempat ada opsi Nur Misuari untuk mengerahkan kekuatan bersenjatanya membebaskan keempat sandera tersebut.

Namun, kemudian jalan negosiasi yang tetap menjadi opsi utama upaya pembebasan tersebut. Nur Misuari sendiri belum bisa dikontak.

Sebab, dia kini menjadi salah satu buronan pemerintah Filipina terkait kerusuhan berdarah di Zamboanga pada September 2013 lalu.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan berkomentar banyak terkait bagaimana proses pembebasan dan posisi keempat WNI tersebut saat ini. Begitu juga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso.

“Saya tidak tahu, tanya Menlu (Menteri Luar Negeri),” tutur pria yang biasa disapa Bang Yois itu singkat. (byu/far/mia/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *